hero
Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu (22/1/2020). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Januari 2020, 19:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan revitalisasi Kawasan Medan Merdeka, Monas, Jakarta Pusat. Proyek itu mulai terlihat pengerjaannya di wilayah Selatan dari ikon ibu kota tersebut. Tepatnya, dilakukan di sebelah lapangan parkir IRTI atau seberang Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam rancangan pembangunan tersebut, Pemprov DKI akan membangun lapangan plaza sebagai wadah ekspresi warga. Tidak hanya itu, sisi selatan Monas juga akan terdapat kolam yang dapat merefleksikan bayangan Tugu Monas.

Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu (22/1/2020).(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Proyek tersebut juga dikerjakan bersamaan dengan revitalisasi Kawasan Masjid Istiqlal dan Lapangan Banteng. Ketiga wilayah itu nantinya akan terhubung dengan pedestrian untuk pejalan kaki.

Revitalisasi itu kemudian disoroti publik setelah ratusan pohon yang ditanam sejak belasan tahun lalu kemudian ditebang untuk pembangunan plaza.

Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu (22/1/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan, revitalisasi itu merupakan bagian dari Rencana Induk Penataan Rencana Tapak Kawasan Medan Merdeka. Heru tidak menampik pembangunan tersebut akan mengorbankan pepohonan yang sudah tumbuh selama belasan tahun di Monas.

"Konsep makronya besar sekali, prinsip utama penebangan pohon atau tidak menebang pohon nantinya akan kami bikinkan drainase yang lebih baik," ujar Heru saat ditemui NET.Z di Balai Kota, Rabu (22/1/2020).

 

Menurut Heru, pihaknya akan menambah kawasan hijau di Monas. Penambahan kawasan hijau nantinya berada di lahan parkir. Dengan begitu kawasan Monas nantinya tidak lagi memiliki lahan parkir.

"Karena itu memang bagian dari hasil sayembara, itu dibuat plaza, kemudian nanti akan ditanam kembali di kawasan yang memang ada sekarang," kata Isa.

Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu (22/1/2020).(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Pro kontra revitalisasi Monas terus bergulir. Bukan hanya pohon, kontraktor pembangunan juga menjadi sorotan.

Kali ini anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia Justin Adrian Untayana melalui akun twitter @justinPsi mencuit pembangunan tersebut harusnya rampung Desember 2019, namun masih terus berlanjut hingga saat ini.

 

Justin juga menyoroti kontraktor pemegang proyek revitalisasi tersebut. Menurutnya, PT Bahana Prima Nusantara kurang kompeten dalam mengerjakan proyek senilai Rp149,9 miliar itu.

NET,Z kemudian coba menelusuri keberadaan kantor perusahaan yang beralamat di Jalan Nusa Indah RT 1 RW 7, Ciracas, Jakarta Timur.  Alamat itu kemudian tertuju pada bangunan gedung kantor virtual Cahaya 33. Nyatanya tidak hanya PT Bahana Prima Nusantara saja yang berkantor di alamat tersebut.

Lokasi gedung Cahaya 33 yang menjadi kantor PT Bahama Prima. (NET/Hafied)

Sri Sudarti, pengelola gedung Cahaya 33 menjelaskan bahwa sudah lima tahun PT Bahama Prima menyewa sebuah ruangan kecil di lantai dasar gedung berlantai 2 itu.

"Sejak tahun 2014 mereka sewa di sini, alasan (menyewa kantor) terkait perizinan zona perkantoran," ujarnya saat diwawancarai NET.Z.

Ruangan kantor PT Bahana Prima Nusantara di gedung Cahaya 33. (NET/Hafied)

Pegawai kontraktor, ujar Sri, tidak setiap hari berada di kantor tersebut. Sementara itu, alamat kantor utama PT Bahana Prima Nusantara berada di Jalan Letjend Suprapto, Jakarta Pusat.

"Terkait dengan perizinan zona perkantoran. Jadi alamat kantor mereka tidak sesuai zona perkantoran, makanya mereka sewa di sini," tutur Sri.

Ruangan kantor PT Bahana Prima Nusantara di gedung Cahaya 33. (NET/Hafied)

Polemik tersebut kemudian ditampik Heru, sampai saat ini Pemprov DKI masih mempercayai PT Bahama Prima Nusantara untuk terus mengerjakan proyek tersebut. Meski demikian, Heru mengakui proyek tersebut molor dari waktu yang direncanakan.

"Kontraknya memang single year di tahun 2019, namun diperpanjang hingga pertengahan Februari 2020, ada waktu perpanjangan 50 hari," ujar Heru.

Ruangan kantor PT Bahana Prima Nusantara di gedung Cahaya 33. (NET/Hafied)

Diakui Heru bahwa awalnya anggaran yang dimasukkan di awal tahun 2019 ialah sebesar Rp147 miliar. Dianggap tidak bisa terserap dengan baik, maka anggaran diturunkan Rp71 miliar di tahun 2020.

Heru menjelaskan keterlambatan proyek tersebut lantaran rumitnya proses sayembara. Di lain sisi, pemenang baru memberikan desain pada September 2019. Hal itu tentunya berimbas pada pelaksanaan proyek.

Ruangan kantor PT Bahana Prima Nusantara di gedung Cahaya 33. (NET/Hafied)

"Pelaksanaan lelang konstruksi yang baru bisa dilaksanakan pada Oktober 2019. Kemudian, penandatangan kontrak dengan pemenang lelang dilakukan pada November 2019," jelasnya.

Heru menjelaskan, keterlambatan pengerjaan proyek tentunya mengganggu proses revitalisasi Monas. Heru menyatakan, kontraktor itu sudah dikenai denda keterlambatan proyek.

(BACA JUGAJakarta Akan Jadi Tuan Rumah Balap Mobil Listrik Formula E)

Denda yang dikenai sebesar satu permil per hari dari nilai kontrak, sesuai ketentuan Pasal 120 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

"Ya ada mekanisme denda," jelasnya.   
 
ADITYA MUSTAQIM | LARAS PUTERI 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments