hero
Direktur Utama LPP TVRI nonaktif Helmy Yahya menyampaikan pembelaan terkait pemberhentian dirinya dari jabatannya oleh Dewan Pengawas LPP TVRI saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/1/20

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Januari 2020, 14:15 WIB

INDONESIA

Lembaga Penyiaran Publik TVRI melakukan perombakan dan pembaharuan besar-besaran di bawah kepemimpinan Helmy Yahya, termasuk mengganti logo dan memodernkan konten. Wajah televisi negara yang berdiri sejak 26 Agustus 1962 itu perlahan berubah.

Ditengah usaha tersebut, Dewan Pengawas TVRI kemudian memberhentikan Helmy Yahya dari jabatan direktur utama pada 16 Januari 2019 padahal masa jabatannya berakhir pada 2022.

Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Arief Hidayat (kanan) bersama anggota Maryuni Kabul Budiono (tengah) dan Made Ayu Dwie Mahenny (kiri) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Rapat tersebut untuk mendapat kejelasan dari Dewan Pengawas TVRI tentang perkembangan penyelesaian masalah pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya. (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)

Melalui Surat Keputusan Dewas TVRI Nomor 8/Dewas/TVRI/2020, Dewas menyebut musabab Helmy dicopot dari jabatannya karena tidak bisa mempertanggungjawabkan pembelian hak siar Liga Inggris yang berbiaya besar. 

"Saudara Helmy Yahya tidak menjawab atau memberi penjelasan mengenai pembelian program siaran berbiaya besar, antara lain Liga Inggris," Ujar Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat ketika menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (21/1/2020).

Direktur Utama LPP TVRI nonaktif Helmy Yahya (kanan) didampingi kuasa hukum Chandra Hamzah (tengah) menyampaikan pembelaan terkait pemberhentian dirinya oleh Dewan Pengawas LPP TVRI saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Helmy Yahya menyampaikan sejumlah poin pembelaan terkait pemberhentiannya dari Dirut LPP TVRI dan akan menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Menjawab hal tersebut, Helmy membeberkan beberapa capaian yang dilakukan direksi TVRI semasa ia menjabat hingga ia dicopot oleh Dewan Pengawas LPP TVRI pada 4 Desember 2019.

Menurutnya, pembeberan capaian ini perlu agar publik tahu bagaimana kinerjanya dan direksi semasa menjabat. Pada jumpa pers, ditemani dengan kuasa hukum dan deretan direksi TVRI, Helmy terlebih dulu menceritakan kondisi TVRI awal ketika dirinya menjabat.

Direktur Utama LPP TVRI nonaktif Helmy Yahya menunjukkan surat pemberhentian dari jabatannya oleh Dewan Pengawas LPP TVRI saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Helmy Yahya menyampaikan sejumlah poin pembelaan terkait pemberhentiannya dari Dirut LPP TVRI dan akan menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

"Kami harus memutar otak dengan mengulang program karena kurangnya anggaran. Ketika kami masuk pada tahun 2018, pengulangan program berkurang hingga 49 %," ujarnya saat menjawab pertanyaan awak media soal rumor pemecatannya di Jakarta, Jumat (19/01) lalu.

Tidak hanya itu, pria berjuluk raja kuis Indonesia ini berangkat ke luar negeri untuk merayu televisi asing agar menghibahkan program unggulannya untuk dapat ditayangkan di TVRI.

Logo TVRI baru. (TVRI)

"Program drama itu dapat hibah, program e-sport juga dapat hibah, kami juga membeli beberapa program Discovery Channel dengan harga murah," jelas pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan itu.

Sebelumnya, ia bercerita mengenai kondisi keuangan TVRI yang disebutnya memprihatinkan. Menurutnya, bahkan BPK menolah memberikan pendapat soal kondisi keuangan TVRI karena mencapai tiga kali disclaimer.

Logo TVRI dari zaman ke zaman. (TVRI)

"Tahun 2018 kami menerima dari BPK, sudah meningkat dari disclaimer, yaitu WDP, Wajar Dengan Pengecualian," tambahnya sembari menunjukkan sejumlah dokumen yang ia bawa.

Selain membereskan keuangan, di masa Helmy menjabat, TVRI juga mengalami perubahan logo. Logo TVRI yang dulu juga disebut Helmy pernah dikatakan 'jadul'.

 

"Kami juga melakukan rebranding. Bukan saja mengganti logo, tapi mengganti cara karyawan bekerja, mengganti spirit. Karyawan sangat bangga menjadi karyawan TVRI, itu menjadi penting," ujarnya.

Helmi juga menjelaskan kenapa akhirnya ia melakukan pembelian 3 sesi hak siar Liga Inggris yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Menurutnya, tiap stasiun televisi wajib memiliki program unggulan yang tidak dimiliki media lain.

"Semua stasiun tv ingin punya sebuah program yang disebut killer content atau locomotive content yang membuat orang mau menonton TVRI," jelasnya.

(BACA JUGATersandung Liga Inggris, Dewan Pengawas TVRI Pecat Helmy Yahya)

Atas dasar kepercayaan pada lembaga itu, lanjut Helmy, TVRI kerap menayangkan siaran langsung beragam pertandingan olahraga seperti event Asian Games 2018, SEA Games 2019, turnament bulutangkis, hingga Liga Inggris.

"Jangkauan siaran kami di Indonesia sangat luas, akhirnya kami dapat hak siar Liga Inggris setelah diberi kerjasama dengan Mola TV," papar Helmy.

ESTHER CRAMER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments