hero
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Arief Hidayat (kanan) bersama anggota Maryuni Kabul Budiono (tengah) dan Made Ayu Dwie Mahenny (kiri) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Januari 2020, 13:55 WIB

INDONESIA

Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR RI dengan Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI digelar di gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (21/1/2020).

Pertemuan tersebut digelar untuk menjelaskan duduk perkara pembelian hak siar program sepakbola liga Inggris yang berujung pada pemecatan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya.

Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Arief Hidayat (tengah) bersama anggota Made Ayu Dwie Mahenny (kiri), Maryuni Kabul Budiono (kedua kiri), Pamungkas Trishadiatmoko (kedua kanan) dan Supra Wimbarti (kanan) bersiap mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Rapat tersebut untuk mendapat kejelasan dari Dewan Pengawas TVRI tentang perkembangan penyelesaian masalah pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya. (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)

Pimpinan Dewan Pengawas TVRI yang hadir adalah Arief Hidayat Thamrin, Supra Wimbarti, Maryuni Kabul Budiono, Pamungkas Trishadiatmoko, dan Made Ayu Dwie Mahenny.

Jajaran Komisi I DPR RI yang hadir adalah Wakil Ketua Komisi I Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhari, Wakil Ketua Komisi I Fraksi Partai Gerindra, Bambang Kristiono, Dave Laksono, Syarif Hasan, hingga Efendi Simbolon.

Anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pamungkas Trishadiatmoko bersiap mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)

Dalam rapat tersebut, Anggota Dewas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko menjelaskan TVRI diketahui membeli program hak siar Liga Inggris selama tiga sesi menggunakan anggaran multi year. Satu sesi Liga Inggris memiliki jangka waktu sekitar 9-10 bulan.

Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Arief Hidayat bersiap mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Rapat tersebut untuk mendapat kejelasan dari Dewan Pengawas TVRI tentang perkembangan penyelesaian masalah pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya. (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)

"Totalnya ialah $9 juta, atau Rp126 miliar di luar pajak dan biaya lain," ungkapnya saat pemaparan.

Moko mengklaim, pembelian hak siar tidak meminta persetujuan tertulis kepada Dewas TVRI. Hal itu menyebabkan pihaknya mempertanyakan keputusan Helmi. Pasalnya, biaya pembelian hak siar Liga Inggris tidak dibarengi dengan analisis untung-rugi perusahaan. Dewas kemudian menyurati Helmi tertanggal 9 Juli 2019 untuk meminta penjelasannya.

"Karena sudah mulai promo ditayangkan di televisi, kami meminta penjelasan mengenai hak siar, biaya, sumber anggaran, pola kerjasama, dan kewajiban lain," paparnya.

Moko menambahkan, Helmy sempat mengatakan bahwa program Liga Inggris ditayangkan tanpa biaya. Namun pada pelaksanaannya, TVRI meneken kontrak pembayaran.

"Untuk setiap sesi berbiaya 3 Juta USD dengan kontrak 76 pertandingan atau senilai hampir satu kali tayangan Rp552 Juta. Kalau program rata-rata di TVRI yang disampaikan kepada kami Rp15 juta per episode. Ini bisa membiayai 37 episode atau dua bulan program lainnya," ujarnya.

(BACA JUGAOmnibus Law Obat Mujarap atau Racun Mematikan?)

Berdasarkan invoice yang diterima Dewas TVRI dari Global Media Visual (GMV), ada kewajiban bayar pada 31 Oktober 2019 senilai Rp27 miliar. Kemudian, pada Maret dan September 2020, masing-masing senilai Rp21 miliar.

"Total tagihan tahun 2019 dan 2020 mencapai Rp69 miliar yang sebagian belum termasuk pajak," ujar Moko.

OCTA BARRY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments