hero
Pelaku begal payudara Denny Hendriyanto usai ditangkap Polda Metro Jaya. (Instagram @HumasPMJ)

EDITOR : OCTOBRYAN

21 Januari 2020, 17:30 WIB

KOTA BEKASI, INDONESIA

Denny Hendriyanto (22) hanya bisa menyesali perbuatannya di hadapan petugas Polda Metro Jaya yang meringkusnya di Jalan Pondok Ungu Permai, Bekasi, Jawa Barat. Bukan tanpa sebab, Denny diduga menjadi pelaku pelecehan seksual yang videonya viral di media sosial dan jejaring percakapan whatsapp.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan dari keterangan pelaku, yang bersangkutan telah berulang kali melakukan aksinya.

Pelaku begal payudara Denny Hendriyanto terekam kamera CCTV saat melakukan begal payudara di Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa)

"Hasil penyidikan sementara, diakui oleh pelaku telah melakukan aksi serupa sebanyak lima kali di wilayah Bekasi sejak bulan November 2019," kata Yusri kepada NET.Z, Senin (20/1/2020).

Dalam aksi terakhirnya, lanjut Yusri, pelaku mengawali perbuatannya dengan berkeliling menggunakan sepeda motor di Jalan Sedap Malam, Kaliabang, Rabu (15/1) . Saat itu, pelaku melihat korban tengah berjalan seorang diri. Pelaku lalu memutar balik kendaraannya dan mendekati korban.

Pelaku Denny Hendriyanto usai ditangkap Polda Metro Jaya. (Instagram Humas PMJ) 

"Dalam rekaman CCTV terlihat pelaku langsung meremas payudara korban, setelah itu kabur meninggalkan korban," ucap Yusri.

Aksi pelaku itu kemudian viral di media sosial. Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku. Yusri mengatakan pelaku melakukan aksinya itu diduga lantaran tak bisa menahan hawa nafsunya. "Melakukan aksinya didasari karena hawa nafsu yang tidak tertahankan," ujarnya.

(BACA JUGASempat Buron, Pelaku Pelemparan Sperma Tasikmalaya Akhirnya Ditangkap)

 

Dari tangan pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa sepeda motor dan telepon genggam. Yusri menuturkan dari telepon genggam tersangka juga ditemukan sejumlah film porno.

Atas perbuatannya, pelaku begal payudara tersebut bakal dijerat dengan Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

YUSUF REZA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments