hero
(Oddity Central)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

21 Januari 2020, 11:10 WIB

CINA

Dua petani asal Provinsi Hubei, Cina membiarkan tetangganya mengambil lobak putih mereka baru panen. Mereka enggak menyangka kalau lobak yang diambil sebanyak 500 ton yang nilainya mencapai Rp588 juta.

Dikutip dari Oddity Central pada 21 Januari 2020, Xu Jiuge, salah satu petani yang menderita kerugian mengatakan jika ia dan rekan-rekannya memutuskan untuk membiarkan tetangga mengambil beberapa lobak untuk dikonsumsi setelah lobaknya dipuji bagus cocok dimakan saat musim dingin.

Mereka hanya memiliki beberapa tetangga dan kalau masing-masing tetangga ambil satu atau dua kantong lobak, itu enggak begitu mempengaruhi ratusan ton hasil panen mereka. Ternyata enggak seperti yang ia pikirkan, kabar bahwa siapapun bisa mengambil semua lobak secara gratis menyebar hingga polisi pun enggak bisa menghentikannya.

"Kebanyakan orang datang pada hari Selasa dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Ada banyak orang di lapangan, diperkirakan ada 3.000 orang waktu itu. Beberapa dari mereka rela menempuh perjalanan 120 kilometer,” ungkap Xu.

(Oddity Central)

Enggak ada yang tahu siapa yang mengarang rumor kalau petani membagikan semua lobak putihnya secara gratis, tapi satu hal yang pasti, berita bohong itu menyebar cepat. Besoknya, ladang petani sudah dibanjiri oleh orang-orang yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Beberapa di antaranya bahkan rela menempuh perjalanan jauh untuk mengambil sejumlah lobak gratis dan enggak bisa ditolak. Para petani coba hubungi polisi, tapi enggak banyak yang bisa mereka lakukan untuk menahan massa.

(Oddity Central)

Bahkan ada yang menyiarkan sesi pengambilan lobak itu di media sosial dan mengundang untuk bergabung. Enggak ada yang bisa dilakukan pemilik kecuali duduk dan melihat hasil panen 500 ton mereka menguap begitu saja di depan mata. 

Kebaikan mereka membuat mereka kehilangan ratusan juta. Tapi mereka enggak terlalu sedih, mereka bilang ke wartawan kalau mereka memutuskan untuk jadikan hal ini sebagai amal dan terus maju daripada terus mengeluh dan cari kompensasi.

ESTER CRAMER | ODDITY CENTRAL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments