hero
Polisi memasang garis polisi di lokasi tambang emas ilegak di Lebak Banten. (Istimewa)

EDITOR : OCTOBRYAN

20 Januari 2020, 19:35 WIB

BANTEN, INDONESIA

Satgas Penambangan Tanpa Izin (PETI) telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 gurandil atau penambang emas dari empat lokasi pengolahan hasil tambang emas ilegal Kecamatan Lebak Gedong dan Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.

Berdasarkan informasi yang diperoleh keempat tambang emas yang ditutup yaitu lokasi pengolahan emas di kampung Cikomara RT. 04 /02 Desa Banjar irigasi, Kecamatan Lebak Gedong; lokasi pengolahan Emas di kampung Hamberang Rt.04/06 Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas. Kemudian, lokasi pengolahan Emas di Kampung Tajur Rt.06/04 Desa Mekarsari, Kecamatan Cipanas.

Petugas memasang garis polisi pada tembang emas ilegal di Lebak. (Istimewa)

Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Agung Sabar Santoso mengatakan Satgas PETI telah melakukan penyelidikan dan investigasi langsung ke lokasi tambang ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Lebak. 

"Berdasarkan investigasi yang kita lakukan, bahwa penyebab terjadinya banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak adalah akibat curah hujan tinggi, struktur tanah labil, adanya garapan sawah di TNGHS, dan aktivitas tambang tanpa izin," ujar Sabar melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Senin (20/1/2020).

Petugas memasang garis polisi pada tembang emas ilegal di Lebak. (Istimewa)

Dari informasi tersebut, lanjut Sabar, Satgas PETI melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi. Tidak hanya itu, Satgas PETI yang terdiri dari gabungan Penyidik Bareskrim Polri, Ditkrimsus Polda Banten, Polres Lebak dan Pemkab Lebak juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa ratusan alat pengolahan emas, mercury, hingga batu yang akan diolah menjadi emas.

"Sudah ada 8 orang saksi dari 4 lokasi tersebut yang kita mintai keterangan. Para pekerja dan pengawas juga sudah kita lakukan pemeriksaan, pekerja bagian glundung dengan upah Rp100 ribu per hari, pemecah urat emas dari batu menjadi serbuk dengan upah perkarung Rp25 ribu per karung, sedangkang untuk saksi ahli ada 4 orang yang telah memberikan penjelasan," ungkapnya.

Caption

Sabar menambahkan, Polri masih melakukan penyelidikan dan pengembangan. Meski dari empat lokasi pengolahan  tidak beroperasi pada saat dilakukan pengecekan, Ia menenggarai dugaan aktivitas ilegal ini jadi penyebab banjir bandang dan longsor di wilayah Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu.

(BACA JUGAKorban Banjir DKI Jakarta Gugat Anies Baswedan Rp 43 Miliar)

"Para pemilik juga belum kita periksa, karena saat dilakukan penyisiran dan tindakan di lokasi, mereka sedang tidak di rumah, Namun akan terus kita lakukan interogasi dan pemeriksaan, untuk mengetahui peran dan tanggung jawab nya" tambahnya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments