EDITOR : OCTOBRYAN

16 Januari 2020, 12:50 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Kemunculan Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah menjadi viral setelah foto dan video sidang Wilujengan dan Kirab Jumenengan beredar di jagad maya. Prosesi tersebut menandakan berdirinya Keraton Agung Sejagat. 

Kompleks Keraton Agung Sejagat atau Poh Agung didirikan di Desa Pogung Jurutengah, sekitar 13 kilometer arah barat daya pusat kota Purworejo. Saat mendirikan kerajaan, sang raja bernama Toto Santosa menunjuk rekannya, Fanni Aminadia, menjadi ratu dengan gelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja.

Pengikut Keraton Agung Sejagat. (NET/Widodo)

Keberadaan keraton tersebut ditandai dengan bangunan pendopo yang belum selesai pembangunannya. Di sebelah utara pendopo, ada sendang atau kolam yang keberadaannya disakralkan.

Pada lokasi tersebut, juga ada batu prasasti bertuliskan huruf Jawa, di bagian kanan ada semacam simbol dan di bagian kiri prasasti terdapat tanda dua telapak kaki. Prasasti ini disebut dengan Prasasti I Bumi Mataram.

Batu Prasasti I Bumi Mataram di halaman Keraton Agung Sejagat diberi garis polisi. (NET/Widodo)

Jauh sebelum kabar tersebut mencuat, ternyata anggota kerajaan tersebut pernah melakukan ritual di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, tahun 2018 lalu.

Prosesi yang diikuti lebih dari 100 orang itu diawali dari sumber mata air Bimalukar. Selanjutnya dengan mengenakan kostum kerajaan dan iringan drumband mereka berjalan kaki menuju kompleks Candi Arjuna. Sesampainya di kompleks candi, mereka menggelar doa bersama.

Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santosa (kiri) dan Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia menjalankan ritual berdirinya Keraton Agung Sejagat 

“Keberadaan Keraton Agung Sejagat ini adalah menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Majapahit pada tahun 1518 masehi,” ujar sang raja bernama Toto Santosa dalam konferensi pers kepada awak media, Minggu (12/1/2020) silam.

Entah dari mana ide pria bergelar Sinuhun itu mengklaim semua kalimat tersebut, yang jelas para pendukungnya yang menurut informasi kini berjumlah 400 sangat mempercayainya. Bahkan dia mengklaim memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik keuangan, politik, pemerintahan dan lain-lain. 

Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santosa (kiri) dan Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia saat memberikan keterangan pers kepada awak media perihal sejarah berdirinya Keraton Agung Sejagat. (NET/Widodo) 

"Kami sebagai penerus pelanjut dari dinasti itu, Dinasti Mataram Sanjaya, Dinasti Syeilendra, Dinasti Majapahit, kami menunaikan janji 500 tahun itu dengan maksud dan tujuan adalah untuk mendamaikan bumi," tuturnya bangga.

Namun, baru sepekan menjabat sebagai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa dan Fanni Aminadia, kini hanya bisa menundukkan kepala di hadapan polisi. Keduanya tidak lagi bisa mengenakan baju kebesaran dan mahkota kerajaan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel (keempat kiri) memperlihatkan barang bukti kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo dengan dua tersangkanya, Totok Santosa (kelima kiri) dan Fanni Aminadia (ketiga kiri), saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/1/2020). Menurut Kapolda Jateng, kedua tersangka memiliki motif untuk menarik dana dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya melalui simbol-simbol kerajaan dengan harapan kehidupan akan berubah. (ANTARA FOTO/Immanuel Citra Senjaya)

Tubuhnya terbalut seragam biru bertuliskan Tahanan (Direktorat tahanan dan barang bukti) Polda Jateng. Fanni sang permaisuri mengenakan seragam tahanan bernomor 1 sedang Santoso raja Keraton Agung Sejagat mengenakan seragam tahanan dengan nomor 2.

"Keduanya terbukti bersalah karena menarik dana masyarakat menggunakan cara tipu daya dengan menggunakan simbol kerajaan Keraton Agung Sejagat," ujar Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel. "

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments