hero
Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Hendrisman Rahim dita

EDITOR : OCTOBRYAN

15 Januari 2020, 13:35 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Kejaksaan Agung menetapkan lima orang tersangka terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya. Tak hanya itu, para tersangka juga langsung ditahan dalam kasus dugaan kasus korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 13,7 triliun.

Lima tersangka tersebut adalah Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan, serta mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim.

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Heru Hidayat ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. (ANTARA FOTO/Anita Permata Dewi)

Benny, Hary, Heru satu persatu keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan sejak pukul 17.00 sampai 17.50 WIB. Ketiganya keluar menggunakan rompi berwarna merah muda. Sementara Syahmirwan dan Hendrisman menyusul tidak lama setelah ketiganya memasuki mobil tahanan.

"Kelimanya resmi dijadikan tersangka, dan sudah dalam penahanan," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Adi Toegarisman di Gedung Pidsus Kejakgung, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Syahmirwan ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Meski sudah menetapkan tersangka, namun Adi belum mau membeberkan peran masing-masing. Dasar sangkaan yang diyakini tim penyidik untuk menetapkan tersangka, dan penahanan, pun Kejakgung belum mau menjelaskan.

"Ini kan masih tahap penyidikan, kami tidak mungkin menjelaskan peran masing masing.  Itu strategi kami, nanti kami sampaikan pada waktunya," papar Adi.

Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan keterangan pers terkait penanganan dan perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (18/12/2019). Jaksa Agung menyebutkan potensi kerugian negara dari kasus tersebut hingga Agustus 2019 diperkirakan mencapai Rp 13,7 triliun dan hingga saat ini Kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap 89 orang sebagai saksi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Adi menjelaskan, untuk kelima tersangka ini, tim penyidik menebalkan sangkaan Pasal 2 ayat (1), dan Pasal 3 UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mantan Kajati DKI Jakarta itu juga membeberkan sejumlah bukti kuat keterlibatan kelima tersangka tersebut.

"Saya kira kita tidak menyimpang dari kuhap, kita akan mengacu kepada kuhap 184, saksi, surat, dan lain sebagainya," terangnya.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna (kedua kiri) bersama Jaksa Agung Burhanuddin (kedua kanan), Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono (kiri) dan anggota BPK Hendra Susanto (kanan) menyampaikan keterangan tentang hasil pemeriksaan Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Rabu (8/1/2020). BPK berkesimpulan bahwa terjadi penyimpangan dalam pengumpulan dana dari produk JS Saving Plan, maupun penempatan investasi dalam bentuk saham dan reksadana. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Adi menjelaskan, lima tersangka itu bakal menjalani penahanan selama 20 hari. Namun penahanannya terpisah. Hendrisman ditahan di Pomdam Jaya Guntur, sedangkan Harry ditahan di Rutan Salemba bersama Heru. Adapun Benny ditahan di Rutan KPK. Sedangkan Syahmirwan, ditahan di Rutan Cipinang.

"Kami terus bekerja mengumpulkan alat bukti untuk kesempurnaan berkas perkara dan setiap saat akan kami evaluasi," tambahnya.

Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Sebelumnya diketahui perusahaan plat merah tersbut telah  melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan, diantaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp 5,7 triliun dari aset finansial perusahaan.

(BACA JUGASkandal Besar Perusahaan Asuransi Pelat Merah, 89 Orang Diperiksa)

Dari jumlah itu, 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk. Akibat aksi tersebut perusahaan asuransi yang pernah menggandeng klub bola Manchester City tersebut diduga membuat negara mengalami kerugian sebesar Rp 13,7 triliun.

OCTA BARRY

21

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments