hero
Ilustrasi buron. (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

14 Januari 2020, 17:40 WIB

INDONESIA

Eks caleg DPR Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan IP Harun Masiku yang terjerat suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan diduga berada di Singapura sebelum OTT KPK pada Rabu (8/1/2020) lalu. 

KPK sendiri berharap bantuan dari Polri dan Imigrasi. Merespons hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan, Polri akan semaksimal mungkin memburu Harun. 

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kiri) bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri  (kedua kanan), Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (kanan) dan Kabareskrim Polri Inspektur Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup di Mabes Polri di Jakarta, Senin (6/1/2020). Pertemuan tersebut dalam rangka mempererat silaturahmi antar kedua lembaga tersebut. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

“Prinsipnya Polri akan bantu maksimal untuk mencari, sebatas ada aturan.” kata Argo melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Selasa (17/1/2020).

Permintaan KPK tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh Interpol Indonesia. Meski demikian, mekanisme kerja soal perburuan Harun Hasiku masih akan dibahas lebih lanjut oleh KPK. 

Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020) dini hari. KPK menetapkan empat orang tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020) yakni WSE Komisioner KPU, ATF mantan anggota Bawaslu serta HAR dan SAE dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji penetapan anggota DPR Terpilih 2019-2024 dengan barang bukti uang sekitar Rp400 juta dalam bentuk mata uang dolar Singapura dan buku rekening. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

“Satu arahan dengan Kadiv Humas Polri. Demikian mekanismenya,” ujar Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigadir Jenderal Napoleon Bonaparte saat dihubungi terpisah. 

Sebelumnya, Ketua KPK, Komjen Firli Bahuri, mengatakan hingga kini pihaknya masih memburu tersangka penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu.  Tak sendiri, KPK telah meminta bantuan aparat penegak hukum lain, termasuk Polri, dan Ditjen Imigrasi untuk menangkap Harun.

Penyidik KPK membawa koper yang diduga berisi barang bukti usai menggeledah Kantor KPU Pusat di Jakarta, Senin (13/1/2020). Penggeledahan itu dilakukan untuk penyidikan kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

"Kita telah melakukan komunikasi dengan pihak aparat penegak hukum dan pihak imigrasi Kemenkumham. Itu prosedur yang kita lakukan terhadap para tersangka," kata Firli.

(BACA JUGATerima Rp 600 Juta, Komisioner KPU Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Suap)

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Wahyu Setiawan; Harun Masiku; eks caleg PDIP sekaligus orang dekat Wahyu, Agustiani Tio Fridelina; dan eks caleg PDIP lainnya, Saeful, sebagai tersangka. Tiga di antaranya sudah ditahan, sementara Harun masih buron.

Wahyu diduga menerima suap Rp 600 juta dari komitmen fee sebesar Rp 900 juta. Suap tersebut diduga untuk memuluskan langkah Harun menggantikan anggota DPR dari PDIP, Riezky Aprilia, melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments