hero
Banjir merendam kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri di Jakarta, Kamis (2/1/2020). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah

EDITOR : OCTOBRYAN

14 Januari 2020, 11:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sebanyak 270 warga DKI Jakarta yang merasa dirugikan akibat banjir melayangkan gugatan class action terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, (13/10/2020).

Para penggungat diwakili Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020. Mereka menuntut pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang dinilai gagal dalam menangani bencana banjir. 

Perwakilan Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 Diarson Lubis (kanan) mendaftarkan perkara gugatan "class action" terkait banjir Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). Tim advokasi yang mewakili 243 warga korban banjir Jakarta pada awal tahun 2020 itu menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pertanggungjawabannya atas banjir yang melanda, dengan total kerugian yang disampaikan pelapor mencapai Rp43,32 miliar. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

"Faktanya itu adalah banjir lokal yang terjadi pada tanggal 31 Desember sampai 1 Januari di mana kita ketahui bahwa tanggal 23 Desember itu sebenarnya sudah ada peringatan dari BMKG," ujar anggota Tim Advokasi Banjir 2020 Alvon Kurnia Palma seusai mendaftarkan gugatan di loket pelayanan terpadu satu pintu PN Jakarta Pusat.

Perwakilan Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 Diarson Lubis menunjukkan surat gugatan "class action" terkait banjir Jakarta saat mendaftarkan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). Tim advokasi yang mewakili 243 warga korban banjir Jakarta pada awal tahun 2020 itu menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pertanggungjawabannya atas banjir yang melanda, dengan total kerugian yang disampaikan pelapor mencapai Rp43,32 miliar. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Peringatan dari BMKG itu, lanjut Alvon, seharusnya diteruskan Anies kepada warga. Dengan lalainya kewajiban itu, Anies dinilai warga tidak dapat memberikan perlindungan.

Personel kepolisian dan TNI mengevakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Banjir tersebut akibat luapan sungai Sunter dan tingginya intensitas curah hujan sejak Selasa (31/12/2019) malam. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

"Oleh sebab itu harus dilakukan ganti kerugian agar masyarakat yang terdampak itu bisa mendapatkan kembali hak-haknya sebagai seorang yang terkena dampak permasalahan banjir," lanjut Alvon. "Terkait tidak berjalannya Early Warning System dan Emergency Response."

(BACA JUGA: Kala Perahu Karet Anies Baswedan Dicegat Warga)

Gugatan ini teregister dalam nomor perkara 27/Pdt.GS/Class Action/2020/PN.Jkt.Pst. Para korban pun meminta agar pihak tergugat membayarkan ganti rugi sebesar Rp43 miliar.

RADIKA KURNIAWAN

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments