hero
Beberapa warga di Kawasan Rusun Pesakih Jakarta Barat mencegat perahu karet yang ditumpangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ISTIMEWA)

EDITOR : OCTOBRYAN

3 Januari 2020, 17:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Rabu, 1 Januari 2020 silam, Kota Jakarta menjadi viral. Bukan karena pesta kembang api meriah di malam pergantian tahun yang menghiasi pemberitaan soal Jakarta, tapi banjir!

Tidak hanya Jakarta, kota satelit seperti Depok, Tanggerang, hingga Bekasi juga terendam banjir. Tingginya curah hujan dan kebiasaan warga membuang sampah sembarang dituding menjadi sebagai biang keladi peristiwa tersebut.

Personel Brimob Polri dan TNI mengevakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan permukiman Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Banjir tersebut akibat luapan sungai Sunter yang diperparah tingginya intensitas curah hujan sejak Selasa (31/12/2019) malam. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

"Karena ada yang disebabkan oleh kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi, juga ada yang memang kesalahan kita yang membuang sampah sembarangan," sindir Presiden Joko Widodo.

Pemerintah Kota Jakarta dan petugas kebersihan memang bergerak cepat membersihkan. Tapi itu tak bisa membersihkan jejak Jakarta jadi trending topic tadi. Ditambah adanya puluhan warga yang meninggal dunia akibat banjir itu.

Perahu karet yang ditumpangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegat warga saat blusukan di Kawasan Semanan kalideres dan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. (Istimewa)

Kontan hal itu membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya blusukan untuk melihat kondisi warga. Namun, saat meninjau kawasan Rusun Pesakih, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis 2 Januari 2020 kemarin, perahu karet yang ditumpangi anies dicegat warga.

Di sana, seorang wanita yang melihat Anies kemudian berteriak seraya meminta tolong. Ia bercerita kepada Anies soal banjir yang dialaminya. Dia juga menyatakan belum mendapatkan bantuan.

Perahu karet yang ditumpangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegat warga saat blusukan di Kawasan Semanan kalideres dan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. (Istimewa)

"Di situ, Pak, (ketinggian banjir) seleher. Belum ada bantuan sama sekali," ujarnya sambil menangis kepada Anies.

Warga tersebut panik karena tidak bisa membawa orang tuanya yang lemah dengan penyakit gagal ginjal ke rumah sakit Hermina Daan Mogot untuk cuci darah karena banjir menggenangi kawasan tersebut hingga ketinggian dua meter.

Warga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun dari perahu karet agar bisa digunakan evakuasi warga yang terdampak banjir di Jakarta Barat. (ISTIMEWA)

Sejumlah warga di sekitarnya pun meminta Anies dan jajarannya turun dari perahu karet dan mencebur untuk melanjutkan blusukan. "Ayo 'nyebur', Pak Anies. Sama kami," kata warga lain.

Tak lama kemudian, Anies beserta jajarannya pun turun dan menyerahkan perahu karet tersebut untuk evakuasi warga yang lebih membutuhkan. Selain mengevakuasi penderita gagal ginjal, petugas juga mengevakuasi korban banjir yang memiliki penyakit stroke.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendengarkan keluhan warga saat memantau banjir di Jakarta Barat. (ISTIMEWA)

Sebelumnya, Anies bersama rombongan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan inspeksi ke RW 01 Semanan dan RW 14 Duri Kosambi, menyusuri Jalan Rusun Pesakih, salah satunya karena banyak warga terdampak belum mendapatkan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta.

"Mereka kebanyakan membutuhkan makanan, minuman dan sekarang dalam perjalanan ke sini. Sehingga dipastikan, segera makanan dan minuman sampai ke mereka,” ujar Anies.

Anies kemudian pamit, bantuan perahu karet baru saja datang. Ia melangkah ke titik pengungsian warga dengan harapan banjir yang menggenangi Jakarta segera surut.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments