hero
Personel Brimob Polri dan TNI mengevakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan permukiman Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Banjir tersebut akibat luapan sungai Sunter yang diperparah tingg

EDITOR : OCTOBRYAN

2 Januari 2020, 13:10 WIB

INDONESIA

Banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa tersebut merenggut 16 korban jiwa. Tidak hanya menggenangi pemukiman warga, banjir juga sempat merendam Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur dan sebagian ruas jalan tol Jabodetabek. 

Presiden Joko Widodo buka suara melihat kejadian tersebut. Menurutnya penanganan banjir harus dikerjakan bersama-sama.

Banjir merendam kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri di Jakarta, Kamis (2/1/2020). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

"Ini harus dikerjakan bersama sama, pemerintah pusat pemerintahan provinsi, pemerintah kabupaten dan kota semua bekerjasama untuk menangani ini," ujar Jokowi usai membuka perdagangan perdana di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020.

Jokowi mengungkapkan, salah satu penyebab banjir di awal tahun 2020 adalah kerusakan ekosistem dan ekologi. Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyebut kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan turut memperparah keadaan.

Warga dengan menggunakan perahu karet seadanya menyelamatkan bayinya dari dalam rumahnya yang terendam banjir di Perumaha Puri Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/1/2020). Banjir yang menggenang setinggi 1,5 meter di perumahan tersebut akibat hujan deras seharian yang mengguyur kawasan tersebut serta meluapnya kali di sekitar perumahan itu. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

"Karena ada yang disebabkan oleh kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi, juga ada yang memang kesalahan kita yang membuang sampah sembarangan," tambahnya.

Menurut Jokowi, saat ini yang paling penting adalah melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir. Mantan Walikota Solo itu menyebut keselamatan dan keamanan masyarakat harus didahulukan.

Warga melintasi banjir yang merendam Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020). Sejumlah kawasan di ibu kota dan sekitarnya dilanda banjir akibat curah hujan tinggi diperparah dengan drainase yang tidak menunjang serta pasang air laut. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

"Yang paling penting pada saat ini adalah evakuasi, keselamatan, keamanan masyarakat didahulukan. Infrastrukturnya akan kita urus setelah evakuasi ini," paparnya.

Banjir menerjang sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Banjir juga terjadi di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Tanggerang, Depok.

(BACA JUGABMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Masih Terjadi Sepekan ke Depan)

Berdasarkan pantauan BNPB, tercatat ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten. Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo memaparkan titik banjir terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat 97 titik, DKI Jakarta 63 titik dan Banten 9 titik.

ANAN SURYA | YUSUF REZA

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments