EDITOR : OCTOBRYAN

30 Desember 2019, 17:05 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berhasil menangkap dua tersangka pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Ya kan peristiwa ini sudah dua tahun dan sekarang pelakunya sudah tertangkap. Kita sangat menghargai, mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh Polri," kata Presiden di kawasan Kota Lama Semarang, Senin, 30 Desember 2019.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kanan) saat meninjau Proyek Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/12/2019). Pasar tradisional yang dibangun sekitar tahun 1930 oleh arsitek Belanda Herman Thomas Karsten dan mengalami kebakaran pada 2015 silam itu telah direvitalisasi oleh Kementerian PUPR sejak Agustus 2018 dengan anggaran sebesar Rp146,09 miliar, dan ditargetkan siap dioperasikan pada 2020 mendatang. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Kepala Negara juga meminta semua pihak untuk mengawal bersama proses hukum terhadap kedua tersangka. Hal tersebut agar penangkapan keduanya tidak menimbulkan spekulasi negatif.

"Tetapi yang paling penting kawal bersama. Ini kan baru pada proses awal penyidikan dari ketemunya tersangka itu, pelaku itu. Nanti kita ikuti terus, dikawal terus, sehingga benar-benar apa yang menjadi harapan masyarakat itu ketemu," jelasnya.

Pelaku penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12/2019). Polisi berhasil mengamankan dua pelaku yang merupakan anggota Polri aktif dengan insial RM dan RB. (ANTARA FOTO/Abdul Wahab)

Dengan mengawal bersama proses hukumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap, peristiwa serupa tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang. Ia juga meminta masyarakat memberikan pihak kepolisian kesempatan.

"Jangan sebelum ketemu ribut, setelah ketemu ribut. Berikanlah polisi kesempatan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar motifnya apa, semuanya, Wong baru ditangkap kemarin," tandasnya.

Warga mengamati lokasi penyiraman diduga air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan, yang telah dipasang garis polisi di Jalan Deposito T, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4). Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal saat berjalan pulang seusai melaksanakan Salat Subuh di masjid dekat rumahnya. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Sebelumnya, pihak kepolisian mengamankan dua pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, masing-masing berinisial RM dan RB pada Kamis, 26 Desember 2019. Keduanya kini ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi pada April 2017. Polri telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan membentuk tim gabungan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

(BACA JUGA: Pelaku Penyerangan: Novel Pengkhianat)

Novel diteror dengan cara disiram air keras usai menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Penanganan kasus ini memakan waktu yang lama.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments