hero
(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

EDITOR : SUWARDI ROSADI

19 Desember 2019, 10:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Setelah diminta Presiden Joko Widodo untuk segera menuntaskan dugaan kasus tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) periode 2013-2018, dengan potensi kerugian negara senilai Rp13,7 triliun, Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia langsung menaikan kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

Disampaikan dalam konperensi pers yang digelar di gedung utama Kejagung, Rabu, 19 Desember 2019. Jaksa Agung RI,  Sanitiar Burhanuddin telah menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) dengan nomor 33/FII/FD2/12/2019, tertanggal 17 Desember 2019 dalam perkara dugaan korupsi di tubuh PT Asuransi Jiwasraya. 89 orang dinyatakan sudah diperiksa oleh Kejagung sebagai saksi, belum ada yang berstatus tersangka.

“Asuransi Jiwasraya saving plan telah mengalami gagal bayar, terhadap tim yang telah jatuh tempo, sudah terprediksi oleh BPK. Sebagai akibat transaksi tersebut, PT Asuransi Jiwasraya sampai bulan Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun,” ujar Sanitiar Burhanuddin, Jaksa Agung RI dalam konpers yang digelar di Kejagung yang dihadiri NET, Rabu, 18 Desember 2019.

Jaksa Agung Burhanuddin (kanan) didampingi Kapuspenkum Mukri (kiri) memberikan keterangan pers terkait penanganan dan perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019 (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Skandal di perusahaan asuransi pelat merah tersebut, diduga melibatkan 13 perusahaan reksa dana. Presiden Jokowi menyebutkan PT Jiwasraya sudah bermasalah sejak 10 tahun lalu, dan mengalami kasus gagal bayar polis asuransi nasabah jiwasraya senilai Rp.12,4 triliun.

Tim khusus telah dibentuk Kejagung dengan beranggotakan 16 penyidik.

 “Penyidikan tersebut dilakukan untuk memperoleh fakta adanya kegiatan investasi yang melibatkan grup- grup tertentu, ada 13 perusahaan yang melanggar tata kelola perusahaan yang good corporate,” tambah Burhanuddin.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengacungkan jempol seusai memberikan keterangan pers terkait penanganan dan perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019 (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Apakah akan ada kemungkinan pencekalan terhadap 13 manajer dan direksi perusahaan asuransi yang pernah menggandeng klub bola Manchester City tersebut? Jaksa Agung Burhanuddin menjawab usai konpers “Bisa!.”

OCTA BARRY

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments