hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

13 Desember 2019, 18:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Beberapa waktu lalu, aktivis muda berusia 16 tahun, Greta Thunberg, dinobatkan sebagai ‘Person of the Year 2019’ versi Majalah Time. Gadis bernama lengkap Greta Tintin Eleonora Ernman Thunberg ini pun menjadi aktivis lingkungan Swedia dengan mengampanyekan beragam isu terkait pemanasan global dan perubahan iklim.

 

1. Aksi Greta

Aksi mogok sekolah seorang diri untuk berada di depan gedung parlemen Swedia dengan membawa papan bertuliskan ‘SkolstrejkförKlimatet’ (mogok sekolah untuk iklim). Aksinya  diawali ketika mengetahui kondisi Swedia mengalami musim panas terparah selama 262 tahun terakhir. Ia menuntut Swedia mengurangi emisi karbon sesuai kesepakatan Paris.

Aksi nyata ini pun ia lakukan dalam kehidupannya, di mana ketika diundang menjadi pembicara dalam KTT PerubahanIklim PBB di New York, Amerika Serikat, ia menolak untuk naik pesawat. Hal ini dikarenakan, emisi yang dihasilkan pesawat bisa merusak lingkungan.

Hingga saat ini, Greta masih terus lakukan aksi mogok sekolah yang berlangsung setiap Jumat, bertajuk #FridaysforFuture. 

2. Diikuti Banyak Orang

Di awal bulan Desember 2019, aksi mogok sekolah dilakukan di Madrid. Lebih dari 500 ribu orang hadir dalam aksi ini. Targetnya, aksi protes akan digelar di 1700 kota di 100 negara. Dikutip dari Majalah Time, terhitung dari Agustus 2018 hingga September 2019, empat juta orang telah tergabung dalam aksi ‘global climate strike’. Angka ini merupakan angka demonstrasi terbesar sepanjang sejarah.

Greta juga telah menjadi pembicara dalam forum-forum internasional. Sebut saja salah satunya pada September 2019 lalu adalah Climate Action Summit 2019. Climate Action Summit 2019 merupakan pertemuan tinggi PerserikatanBangsa-Bangsa (PBB) di New York yang membahas mengenai perubahan iklim.

Dalam pertemuan ini, ia menyebut ‘How dare you’ beberapa kali, kepada para pemimpin Negara anggota PBB yang hadir. Ia merasa tidak seharusnya ia bolos sekolah untuk menuntut janji kosong para politisi dunia melakukan lebih banyak hal untuk lingkungan.

"Aku seharusnya tidak berada di atas sini. Aku harus kembali ke sekolah di seberang lautan. Kalian datang kepada kami, anak muda untuk harapan. Beraninya kamu? Kamu telah mencuri masa kecilku dengan omong kosong," ujar Greta Thunberg dalam pidatonya kala itu.

Selain dinobatkan sebagai Person of the Year versi Majalah Time, gadis remaja ini juga dinominasikan sebagai penerima penghargaan nobel perdamaian.

NADIA SOEKARNO | BERBAGAI SUMBER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments