hero
(Antara Foto)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

12 Desember 2019, 16:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kemarin nonton enggak Didi Kempot & Sobat Ambyar Orchestra di NET? Acaranya pecah banget, sobat ambyar menyanyikan lagu-lagu Lord Didi, panggilan sobat ambyar untuk Didi Kempot sambil bergoyang asyik. Hampir semuanya hafal lirik, tak sedikit pula yang meneteskan air mata.

Well, sobat ambyar ini terdiri dari sad boy dan sad girl. Mereka menyatukan diri menjadi fans Didi Kempot dan menyukai musik campur sari. Menariknya, sobat ambyar ini bukan diisi olah kalangan tua, tapi justru banyak anak-anak milenial dengan style edgy?

Kehadiran mereka bak fenomena baru di tengah gempuran musik-musik barat dan menjamurnya budaya K-Pop di Indonesia. Bahkan bisa dibilang kontradiksi dari masuknya budaya-budaya asing itu.

1. DIDI KEMPOT CAMPURSARI

Sebelum ke sobat ambyar, kita kenalan dulu dengan Didi Kempot. Penyanyi campursari yang dijuluki ‘Godfather of Brokernheart’ ini memiliki nama asli Didi Prasetyo. Ia merintis karirnya dari seorang pengamen jalanan tahun 1984 dari bus ke bus.

Tahun 1999 dia merantau ke Jakarta dan merilis album pertama yang berjudul ‘Stasiun Balapan’ yang menjadi tapak karir pertamanya masuk dapur rekaman hingga tenar. Sejak awal kemunculannya Lord Didi menggunakan nama panggung Kempot.

Usut punya usut, ternyata nama Kempot ini adalah singkatan dari Kelompok Penyanyi Trotoar, yang dia gunakan saat masih menjadi pengamen jalanan di Solo dan Yogyakarta pada tahun 1984 - 1989. Genre musik campursari Didi Kempot yang geluti dirinya hari ini adalah hasil pencarian Lord Didi ditahun 80-an.

Kala itu, campursari mulai dikenal luas saat almarhum Anto Sugiartono alias Manthous mengenalkan musik ini ke publik. Campuran dari keroncong dan dangdut inilah yang Didi Kempot pilih dan geluti. Instrumen kibor, gitar, lengkap dengan sentuhan gamelan Jawa membuat lagu ‘Stasiun Balapan’ melambung dan nama Didi Kempot. 

Didi Kempot ternyata sudah pernah patah hati sejak umur 14 tahun. Tapi bukan itu alasan lagu-lagu Didi Kempot selalu bertema patah hati. Melainkan Didi melihat ada unsur kedekatan tema patah hati ini dengan pendengar.

Patah hati itu seperti pengalaman yang pasti pernah dialami semua orang, semua kelas golongan kalangan pernah patah hati. Patah hati itu universal. Terinspirasi patah hati Didi Kempot sudah menulis 800 lebih lagu dan sebagian besar sudah masuk dapur rekaman. Tapi memang enggak semuanya lagu Didi Kempot soal patah hati aja.

Uniknya setiap lagu itu bisa Lord Didi susun dengan waktu paling cepat satu jam, kadang juga bisa satu atau dua hari selesai. Tapi sayangnya banyak persoalan hak cipta yang masih terabaikan dari karya Didi Kempot.

2. CAMPURSARI IS BACK IN THE TOWN

Nama Didi Kempot kemudian masuk ke dalam jajaran penyanyi di Indonesia yang diakui. Bahkan sampai di Suriname. Di pertengahan 2019 bak bangun dari tidur, musik campursari ramai lagi. Sebut saja kala ‘Godfather of Broken Heart’ Didi Kempot tampil di Dynamic Stage Synchronize Fest yang digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, 4 Oktober 2019 lalu.

Ramai fans yang ikut bergoyang, banyak anak-anak milenials yang mungkin saja, saat lagu ‘Stasiun Balapan’ keluar mereka belum lahir. Dari panggung hari itu, Lord Didi mengeluarkan quote “Daripada sakit hati mending dijogeti” yang diulang-ulang oleh sobat ambyar.

Seakan menjadi titah, sobat ambyar kemudian menjadi semakin asyik mendalami patah hati sambil berjoget. Kalau dulu musik campursari identik diasosiasikan dengan musik sopir truk atau kondangan di desa-desa, weh kowe salah mas!

Hari ini, campursari juga salah satu musik galau anak muda. Mereka menghayati, memahami lirik-lirik berbahasa Jawa. Para sadboy dan sadgirl ini tidak hanya orang Jawa you know. Bak kena sihir patah hati Lord Didi semua doyan campursari patah hati.

Didi Kempot sebenarnya sudah kondang jauh sebelum 2019. Lord Didi kembali hits lagi setelah video yang diunggah akun twitter Agus Magelang @AgusMagelangan viral. Dari akun Agus inilah yang kemudian julukan ‘Godfather of Broken Heart’ kepada Didi Kempot disematkan.

Didi Kempot ini kemudian semakin kembali hits lagi setelah menjadi bintang tamu dalam vlog ‘Ngobam’ dengan Gofar Hilman. Dari vlog itu istilah-istilah seperti ‘Godfather of Broken Heart’, Sobat Ambyar, Sadboys, Sadgirls, Lord Didi, dan Bapak Loro Ati Nasional yang tiba-tiba menjadi perbincangan dan bahkan viral.

 

3. SOBAT AMBYAR

Banyak sobat ambyar ini ternyata adalah mendapat warisan “ambyar” dari orang tuanya. Maksudnya, orang tua sobat ambyar ini emang sudah sering memperdengarkan campursari Didi Kempot sejak kecil.

Kala beranjak dewasa, semakin mereka paham, ternyata banyak yang makin menghayati musik campursari patah hati. Kenapa? Ternyata karena pernah merasakan patah hati.

Nah, sobat ambyar baru yang mendadak banyak datangnya darimana? Ternyata awalnya dari rasa penasran. Awalnya coba coba cari tahu, eh ternyata enak. Pertengahan 2019, kala video yang diunggah @AgusMagelangan viral banyak yang terusik untuk mencoba musik Didi Kempot.

Dari situ, awalnya banyak meme patah hati yang menggunakan musik patah hati Didi Kempot atau sekedar mengutip untuk postingan Instagram dan Twitter. Tapi ternyata musik asik campursari yang mengajak bergoyang membuat banyak yang asyik menikmati.

Kalangan pecinta baru musik campursari ini datang tidak hanya dari kalangan Jawa saja. Tapi dari penjuru Tanah Air. Mudahnya translasi bahasa Jawa ke bahasa Indonesia hari ini, membuat transmisi rasa patah hati campursari semakin terasa di pedengarnya.

Ditambah lagi, euforia sama-sama patah hati membuat sobat ambyar semakin dekat. Rasa ini juga yang kemudian membuat banyak sobat ambyar yang nyambung dengan lagu campursari patah hati ini semakin menikmati.

4. PSIKOLOGI PATAH HATI

Didi Kempot memang bisa dibilang musisi yang jenius. Ia tahu betul jika persoalan broken heart itu dekat dengan semua kalangan. Seorang peneliti yang berasal dari Tokyo University of The Arts Jepang, Kawakami menyebutkan bahwa seseorang cenderung menyukai musik sedih atau melankolis karena jenis musik ini mampu membangkitkan emosi positif.

Musik sedih menjadi perwujudan atau luapan perasaan dan mampu membuat lega. Lebih lanjut, secara prsikologi klinis, ada teori yang menyebutkan jika musik galau memberikan tubuh sinyal untuk sistem endokrim melepaskan sejumlah hormon yang bertugas untuk meringankan sakit hati.

Oxytocin dan prolactin, yang bertugas memunculkan rasa nyaman, kehangatan, dan ketenangan dilepas saat musik galau kita hayati. Saat musik galau masuk ke dalam proses otak kita, ternyata otak juga mendapatkan sejumlah trigger.

Musik sedih dan dijogeti ya campursari ini jadi seperti pelampiasan emosional yang dirasakan pendengarnya. Baik musik bahagia atau musik galau, memang bisa menumbuhkan rasa atau energi positif dalam diri.

Kalau dulu gengsi-gengsi, karena musik campursari diasosiasi sebagai selera ‘ndeso’, hari ini milenials edgy pun nyaman dan paham nikmatnya campursari. Jadi sobat ambyar, tahun baruan sampeyan nonton konser Didi Kempot enggak nih?

ARIS SATYA

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments