hero
(NET/ Yusuf Reza)

EDITOR : ANDI LALAN

11 Desember 2019, 17:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan Merdeka Belajar. Program ini meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

“Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Nadiem pada rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten Kota se-Indonesia,  di Hotel Bidakara Jakarta, pada Rabu 11 Desember 2019. 

Nadiem Makarim tetapkan program merdeka belajar ( NET/ Yusuf  Reza)

Arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN pada tahun 2020 akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah.

Ujian dilakukan untuk menilai kompetensi siswa melalui tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif. Penilaian lain itu meliputi portofolio dan penugasan seperti tugas kelompok, karya tulis, dan lainya. 

“Dengan begitu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam menilai hasil belajar siswa. Anggaran USBN sendiri dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran,” terang  Nadiem.

Selain itu, Nadiem juga menegaskan tahun 2020 merupakan pelaksanaan ujian nasional untuk terakhir kalinya. UN 2020 akan digelar dengan mekanisme lama seperti yang telah dilakukan. “Karena orang tua dan guru sudah mempersiapkan anaknya untuk mengikuti ujian nasional sejak lama,” sambung mantan bos Gojek.

Penghapusan UN dilakukan setelah Mendikbud berdiskusi dengan para orang tua siswa dan guru. Menurut mereka materi UN terlalu padat sehingga hanya fokus pada hafalan saja, bukan menguji kompetensi siswa. UN juga kerap menjadi beban yang membuat stress siswa dan orang tua.

UN 2021 diubah menjadi asesmen kompetensi dan survei karakter. (NET/ Yusuf Reza)

Mendikbud menambahkan, untuk penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Indikatornya terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa atau literasi dan kemampuan bernalar matematika atau numerik, serta penguatan pendidikan karakter.

Pelaksanaannya dilakukan oleh siswa kelas 2 SMP atau 2 SMA bukan di akhir jenjang sekolah atau kelas 3. Tujuannya untuk mendorong guru dan sekolah memperbaiki mutu pembelajaran.

TIFFANY ALHAMID | YUSUF REZA

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments