Sebagai negara yang memiliki wilayah perairan yang sangat luas dari pada luas daratannya, membuat Indonesia memiliki beragam potensi maritim, terutama potensi bawah lautnya. Dan salah satu cara agar potensi bawah laut ini diketahui secara maksimal adalah dengan menggelar seri lomba foto dan lomba eksplorasi titik penyelaman baru bertajuk Indonesia Internasional Dive Adventure (IIDA). Gelaran yang rencananya akan berlangsung selama setahun penuh di lima titik penyelaman terbaik Indonesia ini, memulai gelaran perdananya di Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dari 4-8 Desember 2019.

Indonesia Internasional Dive Adventure merupakan kegiatan hasil kerjasama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau dengan PT Sapta Grahita Dewani yang mana melibatkan fotografer baik dari dalam maupun luar negeri, yang akan berlangsung hingga akhir tahun 2020.

Joice Maria Bernadet, Direktur Utama PT Sapta Grahita Dewani bersama Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setkab Berau Mansyah Kelana membuka secara resmi IIDA seri pertama Maratua di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, Rabu (4/12/19). (NETZ/ Albert Sumilat)

“Setelah Maratua, destinasi selanjutnya adalah Gorontalo, Sabang, Ambon, dan Pulau Komodo”, ujar Joice Maria Bernadet, Direktur Utama PT Sapta Grahita Dewani dalam konferensi pers di Batik Kuring, SCBD Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

Joice menambahkan bahwa dipilihnya Maratua sebagai titik awal pelaksanaan IIDA ini terkait dengan kesiapan infrastruktur dan waktu (cuaca) terbaik. Secara umum, kegiatan seri lomba foto bawah laut dan eksplorasi titik penyelaman baru ini adalah untuk mendukung visi besar pemerintah dalam mengangkat potensi pariwisata maritim Indonesia yang dikembangkan melalui olahraga minat khusus seperti menyelam.

Kegiatan yang dilaksanakan di Green Nirvana Resort Pulau Maratua ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setkab Berau, Mansyah Kelana yang mewakili Bupati Berau pada Rabu malam, 4 Desember 2019 lalu. Dalam sambutannya, Mansyah mengucapkan selamat datang kepada para peserta yang datang dari dalam maupun luar negeri, yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Apalagi secara tidak langsung hal ini ikut mempromosikan wisata di Bumi Batiwakkal.

“Pulau Maratua ini adalah surga tersembunyi, dan oleh karena itu kegiatan Indonesia Internasional Dive Adventure ini diharapkan dapat mengajak penyelam nasional dan internasional datang dan mengungkap pesona tersembunyi tersebut”, tuturnya.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setkab Berau Mansyah Kelana saat menjawab pertanyaan wartawan di Maratua, Rabu malam (4/12/19). (NETZ/ Albert Sumilat)

Mansyah juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau sangat mendukung kegiatan kepariwisataan yang dilakukan, termasuk gagasan lembaga non pemerintah sehingga bisa mendapat perhatian baik dari nasional maupun internasional.

Gelaran Indonesia Internasional Dive Adventure yang akan berlangsung dalam lima seri ini tergolong unik karena menjadi ajang pertama di dunia yang melombakan pencarian titik selam baru. Selain Maratua di Berau, berturut adalah Gorontalo, Pulau Weh di Aceh, Ambon, dan Pulau Komodo atau Raja Ampat sebagai pamungkas. Maratua sendiri merupakan gugusan Kepulauan Derawan yang masuk kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle) dan masih memiliki titik-titik selam yang belum terungkap dengan berbagai jenis biota dan terumbu karang menarik.

“Belum pernah ada yang seperti ini, benar-benar baru pertama. Kalaupun ada biasanya pemda yang membiayai untuk pencarian spot selam baru,” ujar Ria Qorina, salah satu juri lomba foto bawah laut IIDA dalam acara pembukaan IIDA di Maratua, Rabu malam, 4 Desember 2019.

 

Koordinator Acara IIDA John E. Sidjabat (kiri) bersama perwakilan Bupati Berau Mansyah Kelana pada acara pembukaan Indonesia Internasional Dive Adventure seri pertama di Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (NETZ/Albert Sumilat)

Koordinator Acara IIDA John E. Sidjabat menambahkan bahwa para peserta yang mengikuti lomba ini semuanya profesional dan tidak akan didampingi pemandu dalam pelaksanaan perlombaan. Nantinya peserta akan tergabung dalam satu grup yang masing-masing berisi empat orang. Dan dalam lomba eksplorasi titik penyelaman baru nanti, peserta diwajibkan menemukan masing-masing 15 spesies karang, spesies ikan, biota dan lanskap menarik, baik dari segi komposisi dan kondisi sosial seperti penemuan biota endemik di Maratua. Dan akan lebih menarik jika dibarengi dengan penemuan spesies biota atau karang baru.

Sedikitnya dua tim penyelam profesional berlomba menemukan titik penyelaman baru di Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dalam upayanya memenangi hadiah utama sebesar 120 juta rupiah. Setiap tim berisi empat penyelam gabungan penyelam dari sejumlah negara, dan pada hari pertama lomba mereka akan melakukan tiga kali penyelaman, dan berlanjut dua kali penyelaman pada hari kedua.

Para peserta lomba fotografi bawah laut dan eksplorasi titik selam baru di Indonesia Internasional Dive Adventure seri pertama Maratua, Berau, Kalimantan Timur. (NETZ/Albert Sumilat)

Mewakili pemenang lomba Eksplorasi Titik Penyelaman Baru IIDA Maratua, Gian Fictoria mengaku bahwa berlomba mencari titik penyelaman baru ini memungkinkan penyelam untuk menjelajahi tempat menyelam baru dan melihat semua makhluk yang hidup di dalamnya. “Tidak hanya membutuhkan kemampuan keterampilan fotografi tetapi juga bekerja sebagai sebuah tim, kemampuan untuk melihat lingkungan bawah laut dan habitat makhluk dengan perilakunya”, terang Gian Fictoria yang tergabung dari grup Pantai Kacili pada lomba eksplorasi titik selam. Selain memenangi lomba Eksplorasi Titik Selam, Gian juga menyapu gelar juara 1 dan 2 pada lomba Fotografi Bawah Laut pada kelas DSLR Wide.

Senada dengan Gian, Roy M. Legi pemenang terbaik lomba Fotografi Bawah Laut untuk kelas kamera compact macro dan compact wide juga merasa bangga akan keikutsertaannya pada ajang IIDA ini. “Maratua memiliki spot diving yang luar biasa dengan keanekaragaman biota lautnya”, tambahnya.

Pada acara gala dinner, yang sekaligus pengumuman pemenang IIDA seri pertama di Maratua ini, Kepala Dinas Pariwista Kalimantan Timur Sri Wahyuni berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan IIDA yang mempromosikan Maratua ini, baik dalam kemasan acara maupun pesertanya. “Event yang sangat bagus”, katanya. Sri menambahkan bahwa kedepannya harus ada kolaborasi antara pemerintah dan swasta agar dapat bersinergi dengan event besar lain khususnya di Maratua, agar statusnya sebagai titik penyelaman kelas dunia dapat memberi andil dalam mempromosikan Wonderful Indonesia.

ALBERT SUMILAT

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments