EDITOR : SUWARDI ROSADI

6 Desember 2019, 10:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Diungkapkan dalam konferensi pers yang digelar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait perkembangan temuan sparepart motor gede (MOGE) bermerek Harley Davidson dan 2 sepeda lipat merek Brompton dalam pesawat Garuda Indonesia, Rakitan MOGE dan 2 sepeda Brompton ini dibawa tanpa dilaporkan kepada petugas Bea Cukai, baik secara lisan maupun tertulis.

Pesawat Garuda Indonesia tipe Airbus A 330-900 yang digunakan menyelundupkan merupakan pesawat baru, yang didatangkan dari pabrik Airbus di Perancis .

Terkait barang ilegal yang dibawa menggunakan pesawat tersebut,  ada dua nama yang tertera pada claimtag 18 koli, yakni SAW dan LS. Nama SAW tertera pada claim tag 15 koli, berisikan sparepart motor Harley Davidson bekas, dengan kondisi terurai.

Sementara LS adalah nama yang tertera pada claim tag 3 koli, berisikan 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda .

Perkiraan total kerugian negara akibat penyelundupan ini berkisar antara Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Berikut petikan isi pernyataan dalam konferensi pers yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani terkait perkembangan temuan 'MOGE' dalam pesawat Garuda, di Lobi Djuanda I, Gd. Juanda Lt. Dasar Kemenkeu, Kamis, 5 Desember 2019 :

“Waktu diperiksa, mereka tidak menyerahkan bea cukai itu dan tidak menyampaikan keterangan lisan mereka tidak memiliki barang2 ini. Jadi berdasarkan pemeriksaan, maka ditemukan 1, 15 koli, dan claim tag atas nama saudara SAW berisi motor Harley Davidson bekas dengan kondisi yang terurai. Kemudian 3 koli yang lain claim tag atas nama LS berisi 2 sepeda merk brompton kondisinya baru beserta aksesori dari sepeda. Sepeda ini lagi populer banget kayaknya di Jakarta,”

“Berdasarkan penelusuran kami dan melihat harga pasar perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut sampai dengan 800 juta rupiah per unitnya, sedangkan nilai dari sepeda merk brompton 50-60juta per unitnya. Mungkin lebih. Dengan demikian total kerugian negara potensi atas yang terjadi karena mereka tidak melakukan deklarasi ini antara 532juta-1,5 miliar,”

“Saat ini Bea Cukai sedang melakukan terus proses penelitian lebih lanjut terhadap pihak ground dan juga terhadap nama dari penumpang yang masuk didalam claim tag tersebut. Kami mengatakan bahwa saudara SAS mengaku bahwa barang ini dibeli lewat akun E-bay, katanya memang sudah lama akan melakukan pembelian melalui account E-bay, namun waktu kita cek pengakuan dari SAS yang akan membeli Harley lewat akun E-bay, kami tidak mendapatkan kontak dari penjual yang didapat melalui E-bay tersebut.

“Kita juga melihat SAS mempunyai hutang bank sebanyak Rp 300 juta yang dicairkan pada bulan Oktober, yang digunakan untuk renovasi rumah. Kita sudah melihat transfer uang kepada saudara SAS kepada rekening istrinya sebanyak 3 kali sebanyak Rp 50 juta. Kita akan terus melihat apakah SAS ini memang hobby motor, yang kita ketahui dia ga pernah punya hobby motor. Dia hobbynya sepeda. Kita lihat beberapa transaksi keuangan yang dalam hal ini bisa memiliki hubungan terhadap inisiatif untuk membeli dan membawa motor tersebut ke Indonesia. Jadi sekarang kita masih dalam proses penyelidikan terhadap motif awal, dan apakah yang bersangkutan yang memiliki atau melakukan atas nama pihak lainnya.” ujar Sri Mulyani, dalam konpers yang dihadiri NET di Kemenkeu, Kamis, 06 Desember 2019.

(BACA JUGA: Erick Thohir Pecat Dirut Garuda)

 

NADIA SOEKARNO | REZA ANINDITA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments