hero
Tana Toraja. (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

4 Desember 2019, 17:00 WIB

TORAJA, INDONESIA

 
Berbicara budaya Suku Toraja emang nggak ada habisnya ya. Tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dari leluhur suku ini memang terkenal magis. Sehingga mampu membius siapa saja untuk berkunjung ke Tana Toraja. Jadi enggak salah, kalau Tana Toraja hingga kini masih menjadi destinasi wisata favorit di Sulawesi Selatan.
 
Nah, sebelum berkunjung kesana, yuk kita intip dulu ragam tradisi uniknya yang mempesona. Berikut diantaranya yang NET.Z rangkum dari NET.CJ:  
 
1. Tradisi Pemakaman Rambu Solo
 
Prosesi pemakaman Rambu Solo di Tana Toraja. (NET.CJ Salomo Adi Lallo)
Upacara pemakaman Rambu Solo biasanya mampu menarik perhatian karena dilakukan untuk bangsawan saja sehingga tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak dan orang kalangan menengah ke bawah.
 
Upacara ini biasanya membutuhkan biaya cukup mahal dan berlangsung selama beberapa hari karena dilakukan dengan beberapa susunan acara. Sebetulnya, acara-acara yang terdapat pada upacara ini memiliki nilai kebudayaan dan leluhur masing-masing.
 
Beberapa diantaranya adalah Ma’tadan Mebalun yaitu proses pembungkusan jasad, Ma’Roto yaitu proses menghias peti jenazah dengan menggunakan benang emas dan benang perak, Ma’Popengkalo Alang yaitu proses perarakan jasad yang telah dibungkus ke sebuah lumbung untuk disemayamkan, dan yang terakhir Ma’Palao yaitu proses pengarakan jasad dari Rumah Tongkonan ke kompleks pemakaman yang disebut Lakkian.
 
Ma’Palao inilah yang biasanya menarik wisatawan yang bertujuan untuk mengenang jasa-jasa almarhum dan biasanya hanya dilakukan untuk keluarga ningrat atau yang dianggap berjasa sebagai pahlawan dalam lingkup suku Toraja.
 
2. Tradisi Ma’nene
 
Ritual Manene di Tana Toraja. (NET CJ Krisnawati Ranteallo)
Masyarakat Tana Toraja hingga kini masih melakukan Ritual Ma’nene. Ritual membersihkan dan mengganti pakaian mayat leluhur ini sampai sekarang mampu menyedot perhatian masyarakat tak hanya dari Indonesia tapi juga mancanegara. 
 
Ritual ini dilakukan selama tiga tahun sekali. Tetapi sejumlah wilayah seperti Desa Pangala'an Baruppu masih melaksanakannya secara rutin tiap tahun. Prosesi ritual Ma’nene dimulai dengan para anggota keluarga yang datang ke Patane untuk mengambil jasad dari anggota keluarga mereka yang telah meninggal.
 
Patane sendiri merupakan kuburan keluarga yang bentuknya mirip dengan rumah. Setelah itu,  jasad dikeluarkan dari kuburan kemudian dibersihkan. Pakaian yang dikenakan jasad para leluhur itu diganti dengan kain atau pakaian yang baru. 
 
Setelah pakaian baru terpasang, lalu jenazah tersebut dibungkus dan dimasukan kembali ke Patane. Rangkaian prosesi Ma'Nene ditutup dengan berkumpulnya anggota keluarga di rumah adat Tongkonan untuk beribadah bersama. 
 
Oh iya rahasia warga Tana Toraja bisa mengawetkan mayat keluarganya yaitu dengan menggunakan Cuka Ballo atau Tuak dari pohon aren. Selain itu, dalam peti juga diletakkan sebuah batang rotan yang dipercaya dapat menahan mayat dari serangan ulat dan hama. 
 
Ritual ini biasa dilakukan satu keluarga besar atau bahkan satu desa. Ritual berlangsung setelah masa panen atau bulan Agustus akhir. Jadi bagi yang ingin mengunjungi Tana Toraja untuk melihat tradisi unik ini bisa dicatat ya jadwalnya. 
 
3. Mapasilaga Tedong
 
Tradisi Mapasilaga Tedong acara adu kerbau untuk hiburan bagi keluarga yang berduka dan pelayat yang datang.  (NETCJ Sadidan)

Salah satu tradisi unik lainnya adalah Mapasilaga Tedong. Tradisi ini sebetulnya merupakan acara sebelum upacara Rambu Solo dilakukan, yaitu acara adu kerbau untuk hiburan bagi keluarga yang berduka dan pelayat yang datang.

Kerbau-kerbau yang akan diadu biasanya dikumpulkan dalam sebuah lapangan besar berlumpur yang berdekatan dengan acara upacara Rambu Solo. Untuk membuat kerbau-kerbau ini saling adu biasanya seseorang menggiring kerbaunya ke tengah lapangan. Nah kerbau yang kabur itulah yang kalah dan yang tetap bertahan di arena sampai selesainya acara itulah yang menjadi pemenangnya. 
 
Menariknya, kerbau yang diadu bukan sembarang kerbau loh, melainkan kerbau jenis khusus dengan harga fantastis yang bisa ikut bermain. Karena itu acara ini tak hanya mampu menarik perhatian keluarga almarhum dan pelayat, tetapi juga para wisatawan.
 
4. Ma’badong
Tradisi Ma'badong Tana Toraja. (NETCJ JUMADIL AWAL)
Ma’badong merupakan tarian upacara kematian yang biasa dilakukan masyarakat Tanah Toaraja. Tarian ini biasa dilakukan dengan membentuk lingkaran sembari mengaitkan jari-jari kelingking. 
 
Tarian ini dimaksudkan untuk mendoakan orang yang meninggal agar arwahnya diterima di alam baka. Selain menari, para penarinya pun juga bernyanyi tanpa iringan musik dengan bahasa Toraja dan umumnya berisi ratapan kesedihan dan kenangan hidup sang mendiang selama hidupnya di dunia .
 
Biasanya Ma’badong atau penari berjumlah minimal tiga orang hingga ratusan yang dipandu tokoh adat yang menguasai syair-syair badong.
 
Nyanyian badong sendiri terdiri dari empat jenis yang dinyanyikan secara berutan dimulai dari badong nasihat, badong ratapan, badong berarak dan badong selamat atau berkat. 
 
5. Passiliran
Tradisi Pasiliran Tana Toraja. (NETCJ Krisnawati Ranteallo)
Masih terkait dengan adat kematian Toraja yang unik, adat Passiliran ini tentu enggak boleh ketinggalan. Adat ini adalah tradisi menguburkan bayi di Pohon Tara yang berlokasi di Kambira’ Dusun Mangunda’pa, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja. Tempat penguburan bayi ini kini dibuka untuk umum dan menjadi salah satu wisata di Toraja. 
 
Kenapa Pohon Tarra yang dipilih karena pohon ini memiliki sumber getah yang berwarna seperti putih susu, sehingga dikatakan dapat menjadi pengganti ASI bagi yang meninggal. 
 
Dahulu, leluhur Toraja menetapkan bahwa bayi yang saat itu meninggal dibawah usia 6 bulan dan belum memiliki gigi, wajib dikubur di pohon Tarra ini, agar mendapatkan asupan getah pohon Tarra pengganti ASI yang belum sempat dinikmatinya dari ibundanya. 
 
Untuk masuk di lokasi objek wisata ini, pengunjung hanya membayar tiket sebesar Rp.10.000, yang akan dikumpulkan dan dibagikan secara merata kepada setiap keluarga duka yang memiliki bayi di dalam pohon Tarra. Mengingat tempat ini disakralkan oleh penduduk sekitar, maka pengunjung diharapkan menjaga etika saat berkunjung yaa.
 
6. Lettoan
Tradisi Lettoan di Tana Toraja Sulawesi Selatan. (NETCJ Krisnawati Ranteallo)

Berbeda dari tradisi-tradisi sebelumnya yang terkesan mistis karena identik dengan upacara kematian, tradisi parade Lettoan biasanya dilakukan untuk acara syukuran masyarakat Tana Toraja.

Lettoan merupakan simbol rumah adat Toraja yang diarak oleh masyarakat berisi hasil ternak atau bahan-bahan pokok lainnya.
 
Arakan ini biasanya dilakukan dengan tarian sorak-sorai yang menandakan syukur atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa kepada Toraja. Selain itu, tradisi ini juga menandakan kekeluargaan suku Toraja yang tidak dapat dipisahkan dari agama apapun.
 
Ketika berkunjung kesana jangan lupa untuk membeli oleh-oleh Khas Toraja yaitu La’Bo’. Souvenir ini merupakan parang yang memiliki ciri khas tersendiri yang tidak akan kalian temukan di tempat lain.
 
Souvenir Labo khas Tana Toraja. (NETCJ Krisnawati Ranteallo)
La’bo’ Toraja biasanya dileburkan selama satu jam dengan menggunakan arang kayu tertentu sehingga hasilnya sangat kuat dan tajam. Gagangnya pun khusus karena terbuat ari batang bambu yang paling bawah sehingga memiliki daya tahan yang lama. Harganya berkisar mulai Rp 150 ribu hingga Rp 2 juta. 
 
Souvenir Kandaure khas Tana Toraja ((NETCJ Krisnawati Ranteallo)
Selain La’Bo, bagi wanita  yang suka pernak-pernik juga ada yang namanya Kandaure. Cinderamata manik-manik khas Toraja yang biasanya digunakan untuk ragam upacara adat. Wisatawan bisa memilikinya dengan harga sekitar Rp400 ribu dan bisa kalian temukan juga di kawasan Rantepao. 
 
Enjoy Toraja…
 
LARAS PUSPITORINI
Laras Puspitorini

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments