hero
Gedung Mahkamah Agung (ristekdikti.go.id)

EDITOR : OCTOBRYAN

4 Desember 2019, 17:00 WIB

INDONESIA

Pasca ditemukannya seorang Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaludin, yang tewas di kebun sawit milik warga di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat 29 November 2019 lalu, Mahkamah Agung menyatakan profesi hakim di Indonesia belum mendapatkan Pengamanan yang ideal. 

Abdullah, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung RI mengatakan resiko profesi hakim sangat rentan terhadap upaya kejahatan.

Mobil milik Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaludin di evakuasi ke kantor kepolisian. (NET\Yono) 

Hingga kini, belum ada hakim di lingkungan Mahkamah Agung yang mendapat pengawalan khusus dari aparat kepolisian. Padahal, dari kasus yang ditangani sejumlah hakim terkadang menuai insiden.

"Jamaludin merupakan hakim yang mengadili banyak perkara. Tentunya yang namanya tugas pokok Hakim itu mengadili perkara, apakah ada hubungannya kematiannya dengan perkara yang disidangkan? ya sampai sekarang juga belum bisa diketahui karena polisi sedang menyelidiki semaksimal mungkin," ujar Abdullah ketika diwawancarai NET.Z di Jakarta, Selasa 3 Desember 2019.

Jaminan profesi hakim, lanjut Abdullah, sebenarnya sudah diatur dalam UU No.48 Tahun 2009. Namun sayangnya, implementasi UU ini masih belum diterapkan.

Bagian depan Mobil milik Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaludin ringsek. (NET\Yono)

Padahal dengan adanya jaminan keamanan tersebut, para hakim bisa memutus perkara secara transparan dan seadil mungkin tanpa perlu takut adanya teror atau intimidasi.

“Hakim ini mencoba untuk mengamankan diri sendiri dari apa? pertama dari meningkatkan integritas yang tinggi, kedua meningkatkan independensi," jelas Abdullah.

Zuraida Hanum istri mendiang Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaludin histeris di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. (NET\Yono) 

Sementara itu, Abdullah enggan berspekulasi apakah kasus tewasnya Juru Bicara PN Medan itu berkaitan dengan perkara yang ditanganinya. Kini, Institusinya menyerahkan proses penyelidikan kepada Polisi. 

"Ya terus terang berbelasungkawa atas meninggalnya Jamaludin. Meski banyak kejanggalan. Kita masih menunggu hasil otopsi, kita serahkan semuanya pada kepolisian," lanjutnya.

(BACA JUGAKetua KPK: Kami di Ujung Tanduk)

Sebelumnya, Jamaluddin diduga menjadi korban pembunuhan. Jasadnya ditemukan tewas dalam kondisi tidak wajar di dalam sebuah mobil yang berada di areal kebun sawit warga di Dusun II, Namo Rambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. 

Korban ditemukan terbujur kaku di bagian kursi tengah mobil. Setelah dilakukan serangkaian olah TKP, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi. 

TIFFANY ALHAMID | ARIS SATYA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments