hero
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat terbatas itu membahas program cipta lapangan kerja, penguatan neraca perdagangan dan pemberdayaan us

EDITOR : OCTOBRYAN

3 Desember 2019, 13:30 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo menilai usulan Amandemen UUD 1945 tidak perlu dilakukan. Sebelumnya, ada dua wacana yang menuai pro dan kontra yaitu pemilihan presiden oleh MPR dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Sejak wacana ini bergulir, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memang sepi berkomentar. Namun, kali ini, ia menyuarakan dengan lugas, ia menolak wacana tersebut.

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (21/11/2019). Ratas tersebut membahas pengembangan destinasi prioritas pariwisata untuk meningkatkan devisa dan mendorong pertumbuhan ekonomi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

"Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode, ada 3 buat saya, satu ingin menampar muka saya," ujar Jokowi saat acara diskusi dengan wartawan di Istana Merdeka, Senin, 2 Desember 2019.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI dari fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan, perihal usulan perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode datang dari anggota DPR Fraksi NasDem, salah satu partai pendukung Joko Widodo.

Usulan perubahan serupa juga datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua DPP PSI, Tsamara Amany sempat mengatakan, mereka mengusulkan masa jabatan presiden selama tujuh tahun, tetapi dibatasi hanya untuk satu periode. 

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) berjalan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) saat menghadiri penutupan Kongres II Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko)

"Yang kedua ingin cari muka, Padahal saya sudah punya muka," tegasnya.

Jokowi menyampaikan, ia adalah Produk dari demokrasi yang lahir di era reformasi. Dirinya merupakan pemimpin yang dipilih langsung atas kehendak rakyat.

"Yang ketiga (usulan itu), menjerumuskan, itu saja," papar Jokowi.

(BACA JUGATujuh "Titah" Jokowi untuk Menteri Barunya!)

Mantan Walikota Solo dua periode ini menegaskan bahwa dirinya memilih untuk tidak perlu dilakukan amendemen UUD 1945. Ia mengajak masyarakat untuk lebih fokus dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman.

"Kita konsentrasi saja kepada tekanan-tekanan eksternal yang sekarang ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan. Untuk urusan haluan negara, jangan melebar ke mana-mana" pungkasnya.

YUSUF REZA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments