hero
(NET/ Rio Mai Putra)

EDITOR : SUWARDI ROSADI

3 Desember 2019, 09:20 WIB

PADANG, INDONESIA

Setelah satu tahun kabur dan menghilang, Amirudin, Pedofil asal Padang akhirnya ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Padang di Kabupaten Kerinci, Sumatera Barat.

Pelaku kabur bersama istri dan tiga anaknya, setelah aksi bejatnya diketahui keluarga korban pada akhir 2018.

Pedofil asal Padang, Amirudin, digiring polisi di Makopolresta Padang, Senin, 03 Desember 2019. (NET/ Rio Mai Putra)

Akibat kekerasan seksual yang dilakukan oleh lelaki berusia 55 tahun ini, korban yang saat itu masih berusia 11 tahun tersebut harus menderita kanker rektum stadium empat. Diakuinya, pemerkosaan dilakukan sebanyak empat kali pada Agustus 2019, dengan iming-iming tersangka memberikan uang kepada korban sebanyak Rp.20 ribu sebagai pengganti uang penjualan keripik korban.

 “Beberapa kali pak, empat kali kasi uang dua puluh ribu rupiah. Dan ini baru dilakukan saya, korban sempat menolak.” Ujar Tersangka Amirudin.

Pedofil Amirudin ditangkap di pelariannya tanpa perlawanan, selain memberikan uang kepada korban, polisi dalam keterangan persnya menyatakan saat melakukan aksi bejatnya ada unsur pemaksaan dan ancaman kepada korban yang masih dibawah umur tersebut.

 “Perbuatan persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebanyak empat kali. Tersangka melakukan persetubuhan sejak bulan Agustus 2019, dimana dilakukan terhadap korban di semak-sebanyak, modusnya dengan memberikan uang pengganti kepada korban yang menjual keripik.” Ucap Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himaan saat konferensi pers kasus pedofil yang dihadiri NET di Makopolresta Padang, Senin, 02 Desember 2019.

BACA JUGA:

Korban Pedofilia Tidak Mendapat Perhatian Negara
Korban Pedofilia Terserang Kanker Stadium 4

Tersangka Amirudin diancam pasal 76, tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, karena keterangannya masih berbelit belit, kuat dugaan Pedofil Amirudin telah melakukan pemerkosaan sejak 2018, sesuai laporan dari keluarga korban.

Karena tersangka dapat leluasa beraksi di lingkungannya sendiri, diduga ada korban lain, untuk itu polisi membuka adanya laporan baru atas kasus serupa yang mungkin terjadi di lingkungan tersangka.

Pedofil asal Padang, Amirudin, dihadirkan dalam konferensi pers yang dihadiri NET di Makopolresta Padang, Senin, 02 Desember 2019 (NET/ Rio Mai Putra)

Kondisi korban pedofilia TS saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, dengan pendampingan dari Komunitas Pemuda Padang Berhijrah. Menurut salah satu anggota komunitas, Alyn, kunjungan dari pihak selain keluarga dan satu pendamping dihentikan, kesehatan TS terus menurun drastis.

Dikabarkan, korban TS pada Senin, 02 Desember 2019 baru saja melakukan cuci darah, sementara infeksi dari kanker telah menyebar ke paru-paru dan otak.

RIO MAI PUTRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments