hero
(NET/ Rio Mai Putra)

EDITOR : SUWARDI ROSADI

2 Desember 2019, 08:55 WIB

PADANG, INDONESIA

Air mata terus menetes dari pelupuk mata TS, gadis berusia 12 tahun warga Desa Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat yang hanya bisa terbaring lemah di sudut kamar.

Satu tahun sudah TS terbaring tak berdaya, sambil sesekali meringis menahan sakit akibat serangan kanker rektum yang dideritanya sudah memasuki stadium empat.

Kondisi korban pedofilia selama hampir setahun ini hanya bisa terbaring karena mengidap kanker rektum stadium 4 (NET/ Rio Mai Putra)

TS telah berulang kali keluar masuk rumah sakit dan menjalani operasi, hingga akhirnya keluarga korban terbentur di urusan pembiayaan, namun kesehatan korban tidak menunjukan kemajuan.

TS merupakan korban Pedofilia,  yang dilakukan oleh tetangganya pada akhir 2018. Kanker dan trauma berat diduga diidap korban setelah adanya kekerasan pada kemaluan, saat terjadinya pemerkosaan oleh Pedofil tersebut.

“Ini sudah dari 2018, yang melakukan tetangga sendiri, dan ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dari awal 2019.”  Ujar Yuli Darminah, orang tua TS memberikan penjelasan dengan terbata bata kepada NET.

Diakui oleh pihak kepolisian, laporan atas kasus korban pedofilia yang menimpa TS masuk ke Polresta Padang pada Juli 2019. Semua saksi dan korban telah diperiksa, dan meski tersangka sempat kabur bersama keluarganya keluar Padang keberadaannya kini sudah diketahui.

“Kami terima laporan dari ibu korban itu pada Juli 2019, dari keterangan korban yang sudah diperiksa oleh pelaku ini sudah disetubuhi dari April 2018 hingga Agustus 2019. Melapor di 2019, sejak bulan Juli.” Ucap AKP Edriyan Wiguna, Kasat Reskrim Polresta Padang saat diwawancari oleh NET di Makopolresta Padang, Sabtu 30 November 2019.

Didorong oleh rasa kemanusiaan, sebuah komunitas di Padang, Sumatera Barat berusaha membantu korban, diantaranya dengan memberikan bantuan pendampingan hukum dan penggalangan dana untuk biaya pengobatan kanker yang diderita korban.

“Awalnya dari tim kita sendiri, kami menerima laporan ada pencabulan yang dilakukan tetangganya sendiri hingga menimbulkan kanker,” Wina Wahyuni, pendiri Komunitas Padang Berhijrah menjelaskan kepada NET saat tengah mempersiapkan keberangkatan korban ke Jakarta pada Jumat, 29 November 2019.

Ibu korban pedofilia menggendong korban untuk dibawa ke RSCM, Jakarta, Jumat, 29 November 2019. (NET/ Rio Mai Putra)

Sabtu, 30 November 2019, TS sudah berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih intensif dengan bantuan dari Komunitas Padang Berhijrah.  TS akan menjalani perawatan di RSCM dengan status pasien rawat umum.

“Untuk bisa ke Jakarta kita mengunakan BPJS, kita minta rujukan ke rumah sakit namun tidak dikasih, kami tetap nekat dan mengunakan jalur umum.” Imbuh Wina.

Selama menjalani perawatan, komunitas Padang Berhijrah akan terus berjuang untuk mendapatkan dana untuk TS, diantaranya yang telah dikumpulkan sejak pertengahan bulan November 2019 melalui situs penggalangan dana kitabisa.com.

RIO MAI PUTRA

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments