hero
Action figure hasil karya Komunitas Paper Replika Indonesia. (MLD SPOT)

EDITOR : OCTOBRYAN

2 Desember 2019, 13:00 WIB

INDONESIA

Ngomong-ngomong soal seni dari kertas pasti semuanya sudah tidak asing dengan  yang namanya Origami. Teknik melipat kertas asal Jepang ini bisa membuat kertas tadi jadi beragam bentuk seperti hewan, juga tumbuhan. 

Tapi tunggu dulu, tidak hanya dilipat, kertas bisa juga disusun menjadi sebuah figur beragam bentuk dan ukuran. Seni ini bernama Papercraft.

Action figure hasil karya Komunitas Paper Replika Indonesia. (MLD SPOT) 

Papercraft sendiri merupakan pengembangan dari origami, bedanya jika origami hanya menggunakan satu lembar kertas dan hanya menggunakan teknik melipat, sedangkan papercraft menggunakan banyak kertas serta menggunakan teknik menggunting, melipat, mengelem, dan menyusun potongan-potongannya menjadi sebuah bentuk tiga dimensi.

Papercraft sendiri mulai muncul sekitar tahun 1940-an saat terjadi Perang Dunia II, modelnya pun tidak jauh dari alat-alat perang seperti tank, kapal, dan pesawat tempur. Lambat laun seni papercraft mulai menyebar ke seluruh dunia, salah salah satunya di Jepang yang melahirkan genre baru bernama Pepakura.

Action figure hasil karya Komunitas Paper Replika Indonesia. (MLD SPOT) 

 Papercraft sendiri mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990-an, pada awalnya sebagai bonus pada majalah Angkasa, Bobo, dan lain-lain. Desain papercraft di Indonesia pun kian beragam, tak melulu soal kendaraan dan makhluk hidup, tapi mulai merambah juga ke tokoh fiksi dalam komik, kartun, dan film. Genre ini kemudian berkembang dan dinamakan papertoys.

Komunitas pun bermunculan, salah satunya ialah Peri Kertas. Berdiri sejak 2009 lalu, komune yang digawangi oleh Rauf Raphamus anggotanya kini sudah belasan ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Tujuannya untuk mengenalkan seni papercraft ke seluruh Indonesia.

Action figure hasil karya Komunitas Paper Replika Indonesia. (MLD SPOT) 

“Kita suka banget sama kertas, kita suka banget sama kreativitas, disini mereka bisa bikin barang-barang yang mereka suka. Ada dari film, gambar, kehidupan sehari-hari, bikin replikanya dan jadi koleksi mereka,” Ujar Rauf Raphamus dalam wawancara dengan NET di Semarang.

Kerja keras Rauf dan rekan komunitasnya membuahkan hasil, buktinya sudah ada 2 rekor MURI yang dikantonginya, yaitu Rekor papercraft anak terbanyak yang dibuat selama 2 minggu oleh teman-teman se-Indonesia tahun 2012, jumlahnya sebanyak 2692 boneka kertas dan rekor pohon Natal kertas setinggi 10 Meter yang dibuat selama 2 minggu.

Komunitas Paper Replika Indonesia. (MLD SPOT) 

Menurut Rauf, kegiatan ini memiliki banyak manfaat untuk generasi muda, di antaranya fungsi edukasi dasar pembuatan tiga dimensi, pengembangan kreatifitas, dan pengembangan motorik halus anak.

"Mereka tidak hanya melihat bentuk rumah adat dari gambar dua dimensi atau pergi ke Taman Mini, tapi mereka bahkan bisa bikin replikanya secara langsung di mejanya," imbuhnya.

(BACA JUGA: Ratusan Pesawat Kertas Untuk Almarhum B.J. Habibie)

Bagaimana, tertarikkah kamu untuk merakit bersama? Untuk mendapatkan desainnya juga mudah dan gratis, cukup kunjungi saja web paper-replika.com dan pilih mana yang kamu suka, tinggal unduh, cetak, rakit dan voila, figur papercraft pun sudah tersedia. 

Ingin bikin desain sendiri? Bisa juga, cukup pasang aplikasinya lalu buat desainnya. Lama merakitnya juga beragam, ada yang hanya 1 jam saja, ada pula yang berbulan-bulan lamanya tergantung tingkat kesulitannya.

NUGRAHANTO MARGO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments