hero
Perwakilan siswa menunjukkan anak ayam yang diberikan Wali Kota Bandung Oded M Danial di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis 21 November 2019 ke 12 sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kecamatan Ged

EDITOR : OCTOBRYAN

26 November 2019, 13:00 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Berhenti main gawai dengan ayam? Well, itulah ide pemerintah kota Bandung, Jawa Barat, sebagai solusi mengobati kecanduan gawai. 

Kampanye “Chickenisasi” Walikota Bandung Oded M Danial, dimulai dengan memberikan masing-masing 10 ekor anak ayam kepada siswa laki-laki sekolah dasar dan menengah pertama di Kecamatan Cibiru dan Gedebage, Bandung, pekan lalu. Sementara, siswi perempuan diberi bibit pohon buah.

Perwakilan siswa menunjukkan anak ayam yang diberikan Wali Kota Bandung Oded M Danial di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis 21 November 2019 ke 12 sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru yang ditujukan untuk meminimalisir siswa agar tidak kecanduan gawai. (ANTARA/Raisan Al Farisi.)

"Dengan memelihara ayam, maka mengajarkan pendidikan karakter kepada anak. Logikanya, dengan memelihara anak ayam, para pelajar mempunyai kesibukan sehingga melupakan mainan gadget," ujar Oded ketika diwawancarai NET.Z.

Sejatinya, program ini diklaim Pemkot Bandung bertujuan agar candu pada gawai ini teralihkan dengan rasa tanggung jawab memelihara anak ayam. Yah semacam gim Tamagochi di dunia nyata.

Namun, percobaan yang dilakukan Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini juga menyulut kontroversi. Menurut Konselor dan Pemerhati Anak Agus Syafi’i, gerakan "Chikenisasi " ini dinilai belum efektif apalagi jika terkait gangguan kejiwaan. 

(BACA JUGAWHO Tetapkan Kecanduan Games sebagai Penyakit)

"Karena ketika anak ayam misalnya mati, yah selesai, game over. Pada dasarnya anak-anak ini kan dibutuhkan sebuah ruang untuk bergerak, lebih kepada eksistensi dirinya,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, kecanduan gawai pintar a.k.a. smartphone pada anak sebenarnya berpengaruh dalam tataran emosional anak. Pengaruh gim dan media sosial membuat anak nyaman dan betah berlama-lama di depan gawai.

"Tentu imbasnya bisa sampai mengganggu kemampuan belajar dan bersosialisasi di dunia nyata," jelasnya.

Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program tahap pertama pemberian 2.000 anak ayam yang dibagikan ke 12 sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru yang ditujukan untuk meminimalisir siswa agar tidak kecanduan gawai. (ANTARA/Raisan).

Selain "Chikenisasi" ala mang Oded, anak-anak bisa dibawa kembali ke dunia nyata seperti ruang terbuka untuk bermain yang nyaman dan aman. Selain itu, bisa juga dengan cara menghidupkan gerakan dongeng.

“Terapi mendongeng, anak diajari untuk lebih mengenali masalah. Lebih bisa mengajak anak-anak bicara. Karena kadang, modern problem needs classic solution,” papar Agus.

Yah, yang namanya perkembangan teknologi memang butuh moderasi. Data riset WHO di tahun 2018 menjelaskan kecanduan gim masuk dalam kategori gangguan kejiwaan. Peran aktif orang tua sangat dibutuhkan untuk menolong anak agar bijak dalam berteknologi.

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments