hero
(Pixabay)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

22 November 2019, 13:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sembari menunggu jam pulang kantor yang masih lama atau jam makan siang sudah lewat, sore-sore memang enaknya ngopi. Tinggal beli via aplikasi, seketika muncul banyak kopi berbagai macam tapi semuanya kebanyakan kopi susu. Kenapa sih belakangan ini banyak banget kopi susu kekinian?

1. Gara-gara Presiden Jokowi

Tahun 2017, Presiden Joko Widodo tuku kopi di kedai Kopi Tuku Cipete, Jakarta Selatan. Dalam bahasa Jawa, Tuku itu berarti beli. Sejak hari itu, kedatangan Jokowi bertuah baik untuk kedai kopi susu Tuku yang viral dan laris manis.

Banyak yang penasaran sama rasanya, tapi yang terinspirasi sama ide bisnisnya juga tidak kalah banyak. Daya tarik kopi susu to-go ringkas dengan gelas plastik yang di seal kedap, membuat konsumen merasa convinience.

Kopi kekinian ini pun ditunjang dengan harga yang ekonomis. Efek ini pun menjadikan banyak yang tadi bukan peminum, menjadi penikmat kopi susu kekinian.

2. Rasa Penting, tapi Eksis di Media Sosial Lebih Penting

Pernah kan, sore-sore waktu langit memerah update Instastory yang isinya kopi dan senja. Rasanya kala postingan berhasil di-upload, kita jadi anak paling indie dan artisitik sedunia.

Dalam publikasi riset researchgate, ternyata ada sensory branding dalam setiap gelas kopi kekinian. Ada mini feels ala artisan coffee film filosofi kopi yang notabene lebih pricey di keluarkan dari rasa dan tampilan segelas kopi kekinian lima belas ribuan.

Postingan IG-story penikmat kopi susu kekinian menguntungkan penjualnya, karena menjadi metode jualan “mulut ke mulut” yang efektif. Nama ala-ala seperti Janji Jiwa dan Kenangan, juga memberi kesan indie yang juga menginspirasi kedai kopi bernama serupa tapi tak sama.

3. Buka Gerai Kopi Kekinian Gampang

Mau buka coffeshop atau coffe stall sekarang pun mudah. Mau beli waralaba alias franchise bisa, buka sendiri juga gampang. Supplier kelengkapan toko kopi banyak penawaran paket hemat.

Misalnya Otten Coffe, ada paket buka cafe dengan rentangan harga mulai dari Rp2,9 juta sampai Rp85,5 juta. Atau Coffeland dengan paket mulai Rp72,5 juta sampai Rp145 juta.

Mau beli biji kopi, mudah tinggal buka aplikasi Tokopedia, Shopee, atau sejenisnya. Butuh biji kopi yang utuh atau sudah digiling, siap tinggal transfer atau COD-an.

Dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, konsumsi kopi nasional tahun 2016 sekitar 249.800 ton dan tahun 2018, tumbuh 314.400 ton. Konsumsi kopi Indonesia pun diprediksi akan terus meningkat mencapai 370.000 ton di 2021.

Untuk berjualan pun tidak harus bergantung dalam lokasi premium. Dengan mengandalkan applikasi ojek online, selama dalam radius penjualan kopi susu bisa dengan mudah sampai ke pemujanya.

4. Pemuja Kopi Susu Butuh

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Happy Halloween, Sobatsoe kesayangan???? pake kostum apa nih hari ini?

Sebuah kiriman dibagikan oleh Es kopisusu ya Kopisoe (@kopisoe) pada

Well, dalam kajian klasik sosiologis Max Webber sebuah interaksi adalah aksi pertukaran simbol. Simbol yang terselip dalam satu cup kopi kekinian hari ini menjadi pemantik eksisnya masyarakat.

Kemudian di kajian sosiolog lebih modern Bauman, mengatakan jika tingginya konsumsi kopi kekinian mendorong hadirnya stall stall kopi susu. Simple-nya, banyak pemuja kopi susu kekinian meminta kopi susu hadir dalam radius aplikasi ojol mereka.

Kopi kekinian hari ini jadi minuman harian, tidak hanya menjadi penghilang kantuk namun juga jembatan rasa. Es kopi susu sejatinya juga menjadi suguhan penghangat banyak pertemuan.

ARIS SATYA

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments