hero
La Ode Muhammad Sidik dalam wisuda Sarjana XIV di Universitas Muhammadiyah Buton, Sabtu 16 November 2019 silam. (NET\ILHAM)

EDITOR : OCTOBRYAN

22 November 2019, 17:10 WIB

SULAWESI TENGGARA, INDONESIA

Senyum semringah terpancar di wajah La Ode Muhammad Sidik ketika namanya dipanggil naik ke panggung dalam acara wisuda Sarjana XIV di Universitas Muhammadiyah Buton, Sulawesi Tenggara, Sabtu 16 November 2019 silam.

Standing ovation 919 wisudawan dan rektorat mengiringi langkahnya ke atas podium untuk menerima Surat Keterangan Lulus setelah menempuh pendidikan Strata 1 di kampus tersebut.

La Ode Muhammad Sidik dalam wisuda Sarjana XIV di Universitas Muhammadiyah Buton, Sabtu 16 November 2019 silam. (NET\ILHAM)

Kamu mungkin penasaran kenapa para wisudawan lain melakukan standing ovation untuk mahasiswa yang lulus selama 7 tahun kuliah? so am i, hihihi. Karena yang dipanggil pertama kali biasanya lulusan kuliah tercepat dengan nilai paling tinggi.

"Tuntutlah ilmu setinggi langit," nasehat Sidik ketika NET.Z mewawancarainya di rumahnya di Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

La Ode Muhammad Sidik dalam wisuda Sarjana XIV di Universitas Muhammadiyah Buton, Sabtu 16 November 2019 silam. (NET\ILHAM)

Ya, Sidik tidak lagi muda, usianya bahkan mencapai 85 tahun. Namun, semangatnya menuntut ilmunya patut dicontoh. Selama tujuh tahun, ia menempuh kuliah bersama dengan mahasiswa lain yang berusia terpaut jauh darinya. Bahkan, salah satu dosennya adalah murid yang diajar Sidik saat masih SMP.

"Saya senang prosesnya ini," ujar kakek 15 cucu dan 3 cicit ini.

La Ode Muhammad Sidik meraih nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,5 setelah menyelesaikan skripsi berjudul "Mengkaji Sastra Indonesia dalam Puisi Wolio Buton" di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan. (NET\ILHAM)

Perjuangan memang tidak ada yang sia-sia. Pensiunan guru ini akhirnya lulus bahkan meraih nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,5 setelah menyelesaikan skripsi berjudul "Mengkaji Sastra Indonesia dalam Puisi Wolio Buton" di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan.

"Motivasi ini datangnya dari almarhum anak saya yang pertama. Dia bilang saya harus meneruskan pendidikan, jangan hanya diploma saja," tuturnya.

(BACA JUGA: Pernah di-DO, Cowok Ini Berhasil Kuliah di Inggris)

Dirinya berharap agar generasi muda saat ini tidak pernah putus asa dalam mengejar pendidikan. Menurutnya, ilmu merupakan hal yang penting di dunia ini.

"Kalau bisa saya juga mau sampai Strata 2, jika masih diberikan kesempatan usia," harapnya.

MUHAMMAD ILHAM

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments