hero
(Karpesky)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

21 November 2019, 10:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Traveling bisa dibilang sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang, termasuk kamu mungkin. Buat yang menggunakan pesawat terbang, check in tiket sudah pasti jadi kegiatan yang wajib dilakukan ketika tiba di bandara.

Nah, ketika boarding pass sudah di tangan, ada satu rutinitas yang kadang tanpa kita sadari selalu dilakukan yaitu foto boarding pass. Enggak habis sampai di situ, setiba di tempat tujuan boarding pass biasanya kita dibuang begitu saja.

Hati-hati! Tanpa disadari ternyata selembar boarding pass bukan hanya sekedar tiket masuk bandara dan pesawat. Di dalamnya, ada sejumlah data pribadi yang kita masukan saat melakukan registrasi data diri penumpang sebuah maskapai penerbangan.

Apabila kita men-share dan membuang lembaran itu sembarangan, ancaman jadi  korban cyber crime di depan mata. Kira-kira data apa saja yang bisa dicuri dari boarding pass? Berikut ulasannya:

1. FREQUENT FLYER

Frequent Flyer atau program penumpang setia biasanya berbentuk miles. Bagi kamu yang menjadi anggota frequent flyer sebuah maskapai, informasi yang ada di dalam boarding pass menjadi kunci buat para peretas mengambil hasil poin yang selama ini kamu kumpulkan.

Pencuri poin frequent flyer hanya membutuhkan nama, nomor kode booking, dan nomor frequent flyer. Ketiga informasi penting ini tertera jelas di boarding pass yang kita perlakukan sembarangan.

Ketika akun frequent flyer-mu berhasil diambil alih, yang paling umum dilakukan peretas adalah menjual akun atau melakukan redeem poin ke dalam betuk gift card yang bisa dijual ulang.

Pencurian poin ini sering tidak disadari, karena banyak orang yang tidak awas dengan poin mereka. Hasil riset Comparitech di Amerika tahun 2018 menunjukkan, data frequent flyer dijual di dalam dark web dengan harga sekitar 884 USD atau sekitar Rp12,5 juta untuk 100.000 poin ke maskapai besar.

Sementara nilai asli poin dari maskapain tiap 100.000 poin sebesar 1.700-2.600 USD atau sekitar Rp24 juta sampai Rp37 juta. Untuk mencegah kerugian ini terjadi, selain jangan sembaragan dengan boarding pass. Selain itu, tingkatkan keamanan setiap aktivitas akun ketika harus menggunakan challenge code yang dikirim ke ponsel untuk otentifikasi.

 

2. PENCURIAN IDENTITAS

Di Instagram, tagar boardingpass menghasilkan lebih dari 116 ribu postingan. Gambar gambar ini menjadi incaran para peretas akun. Jangan remehkan para peretas, informasi penting seseorang dalam boarding pass bisa mereka jadikan kunci untuk mecuri identitas kamu!

Nama, informasi penerbangan, nomor paspor, bahkan sampai data kartu kredit yang digunakan dalam pembayaran. Data-data ini sebenarnya sudah dilindungi oleh kode booking penerbangan.

Sayangnya, kode booking hanyalah 6 digit kata sandi sementara yang mudah di retas. Semakin mudah lagi bagi pencuri bila kamu membagikanya di akun Instagram dengan hastag boardingpass.

Identitas yang dicuri bisa digunakan untuk mencuri tiket penerbangan. Bahkan identitasmu bisa di bajak untuk praktik penipuan orang orang terdekatmu. Jadi bagi kamu yang akan terbang, selalu ingat amankan data pribadimu!

ARIS SATYA | TRAVEL AND LEISURE

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments