hero
Direksi Rumah Sakit Umum Pusat Dr M. Djamil, Padang, Sumatera Barat saat jumpa pers dengan wartawan. (NET\RIO MAI)

EDITOR : OCTOBRYAN

20 November 2019, 18:25 WIB

PADANG, INDONESIA

Direksi  Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang mengambil kebijakan untuk menggratiskan biaya perawatan pasien bayi Ramadhan Khalif Putra yang mencapai Rp 25 Juta. Khalif sebelumnya dinyatakan meninggal Selasa, 19 November 2019 kemarin, akibat sakit kelenjar getah bening.

“Direksi memutuskan untuk menggratiskan biaya perawatan, oleh sebab itu tidak perlu adanya pihak-pihak lain untuk melakukan penggalangan dana untuk melunasi biaya tersebut,” ungkap Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP Dr. M. Djamil Padang, Gustafianof, kepada NET.Z, Rabu, 20 November 2019.

Sejumlah pengemudi ojek daring membawa pulang jasad Ramadhan Khalid dari RSUP Dr M. Djamil, Padang, Sumatera Barat. (NET\RIO MAI)

Lebih lanjut, Gustafianof menegaskan, pihaknya tidak pernah menghalangi dan menahan jenazah Ramadhan Khalif Putra untuk dibawa pulang pihak keluarga karena persoalan biaya perawatan selama di Rumah Sakit.

“Kami ini rumah sakit pemerintah, dan bahkan tidak pernah sama sekali menanyakan kepada setiap pasien yang berobat apakah  miliki biaya untuk pengobatan,” tambahnya.

Persoalan tidak mampu membayar baru diketahui jika pasien atau keluarga menyampaikan keluhannya. Gustafianov menambahkan, Tidak hanya kepada Khalif, sebelumnya pun juga banyak yang tidak sanggup membayar biaya perawatan dan pihak rumah sakit ikut mencarikan jalan keluarnya.

Jasad Ramadhan Khalif saat disemayamkan di rumah duka. (NET\RIO MAI)

“Orangtua Khalif datang langsung ke humas, kami memberikan jalan keluar agar pengobatan dapat dibantu oleh lembaga sosial seperti Baznas dan Dompat Dhuafa melalui staf kami,” ujarnya.

Sebelumnya Dewi Suryani, orangtua jenazah Khalif telah  meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan tindakan tidak menyenangkan terhadap RSUP Dr. M. Djamil Padang.

“Keluarga memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, kami juga mengucapkan terimakasih kepada RSUP Djamil membantu kemudahan jenazah bayi kami,” tuturnya.

(BACA JUGANestapa Khalif dan Solidaritas Ojek Daring)

Diakui, ia sama sekali tidak mengetahui bahwa jenazah bayinya dibawa paksa oleh ojek daring. Mengingat saat itu ia bersama kerabatnya tengah mengurus proses administrasi.

“Kami tidak tahu juga mereka membawa paksa, karena kami tengah  mengurus surat-surat, sementara jenazah bayi saya ada di ruang jenazah, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas kondisi yang telah terjadi,” pungkasnya.

RIO MAI PUTRA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments