EDITOR : OCTOBRYAN

19 November 2019, 15:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Semakin banyak orang ingin tampil cantik. Tak jarang juga yang rela merogoh kocek dalam untuk mendapatkan perawatan khusus. Namun, jangan sembarangan memilih klinik kecantikan. Alih-alih memiliki kulit yang sehat, sejumlah orang justru kecewa karena tak mendapat hasil yang diinginkan. 

Contohnya seperti yang terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi menangkap dua warga negara asal China berinisial D-S dan D-N karena melakukan praktik operasi lipatan mata ilegal.

Dua pelaku praktik kecantikan ilegal diamankan polisi. (NET/Rendi)

Kepala Kepolisian Resort Jakarta Utara Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto mengatakan, salon kecantikan wajah ilegal itu sudah beroperasi selama dua tahun, yakni sejak tahun 2017 silam. Keduanya nekat melakukan bedah pada pasien hanya berbekal ilmu dari seorang dokter dari China.

"Selain itu, tersangka juga menjual obat-obatan dan kosmetik serta menggunakan alat kesehatan tanpa izin edar," ujar Budhi kepada NET.Z di Mapolres Jakarta Utara. 

Polisi menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan praktik klinik kecantikan ilegal. (NET\Rendi)

Tidak hanya itu, lanjut Budhi, Keduanya juga tidak memiliki sertifikasi profesi dari Kementerian Kesehatan. Bahkan, obat dan kosmetik kecantikan yang digunakan tak tercatat BPOM. 

"Jadi, obat-obatan ini tak terdaftar di Balai POM, mereka mendapatkannya secara ilegal dari kawasan Jakarta Timur. Sekali tindakan mulai dari Rp 6-9 juta rupiah," tuturnya.

Menanggapi menjamurnya klinik kecantikan di Jakarta, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menghimbau agar masyarakat lebih 'aware' dalam memilih klinik kecantikan. Selain tenaga medis, calon pasien juga harus memperhatikan obat-obatan yang digunakan dalam tindakan bedah.

Polisi menyegel klinik kecantikan ilegal di Penjaringan, Jakarta Utara. (NET\Algadri)

"Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk suatu klinik kesehatan tadi, misalkan alat kesehatannya, ada obat-obatan yang tersedia, ada pengelolaan limbah medisnya, kemudian ada standar dokternya," ujar Widyastuti kepada NET.Z di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

Hal itu juga diamini oleh Dokter Spesialis Bedah Plastik Teuku Adifitrian atau biasa dipanggil Tompi. Dirinya tidak menampik maraknya praktik dokter bedah ilegal di Indonesia. Menurutnya, modus ini biasanya dilakukan dengan mengganti bahasa medis menjadi istilah lain.

"Problem yang saya tahu di Jakarta tapi rasanya problem ini mirip di setiap daerah," ujarnya.

(BACA JUGATampil Cantik Paripurna Tak Perlu Mahal, Simak Tipsnya!)

Berdasarkan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, salon kecantikan bukan termasuk fasilitas kesehatan sehingga tidak diizinkan untuk melakukan tindakan kesehatan apalagi dilakukan oleh bukan tenaga kesehatan yang tidak memiliki izin.

Untuk itu, Tompi menyarankan agar calon pasien datang pada dokter ahli sehingga tindakan dipastikan aman. Jika bisa pergilah ke dokter bedah plastik, bukan dokter kecantikan.

"Praktek yang mereka klaim itu non surgical padahal yang mereka kerjakan itu sudah termasuk dari tindakan operasi. Hal itu tidak boleh dilakukan di tempat yang bukan fasilitas medis," tukasnya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments