hero
Ilustrasi aliran sesat. (NET\KEVIN)

EDITOR : OCTOBRYAN

8 November 2019, 17:10 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Sosiolog Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar menilai, mudahnya masyarakat terpengaruh sebuah pemahaman baru seperti ajaran Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf di Gowa, Sulawesi Selatan tidak terlepas dari tekanan ekonomi dan sosial yang terjadi.

Sebelumnya, Andi Malakutti Puang La’lang, warga Desa Timbuseng, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mendirikan tarekat Tajul Khalwatiyah Syech Yusuf.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga (kiri) dan Andi Malakutti Puang La'lang (tengah) di Mapolres Gowa. (NET\Prayudha)

Pria berusia 74 tahun ini kemudian mengaku sebagai Rasul dan menjualbelikan kartu surga dengan harga Rp 10.000. Tidak tanggung-tanggung pengikutnya bahkan mencapai 400.000 orang.

"Masyarakat yang minim pengetahuan agamanya, sangat mudah ditipu dengan tiket surga. Dijanjikan ritual-ritual yang tidak ada dasarnya di dalam agama. Pada akhirnya mereka rela mengeluarkan uang dengan janji akan masuk surga," ujar Musni ketika diwawancarai NET.Z, Jumat, 8 November 2019.

Barang bukti kartu surga dan kitab sesat ajaran Andi Malakutti Puang La'lang disita Polres Gowa, Sulawesi Selatan. (NET\Prayuda)

Tidak hanya itu, menurut Musni, faktor lain yang ikut berpengaruh ialah masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, baik dari segi agama maupun formal.

"Ini yang menurut saya ada kaitannya dengan aspek ekonomi. Jadi orang mencari uang dengan memberi janji-janji yang muluk yang sebenarnya berdimensi penipuan," tambah Musni.

BACA JUGA:

Dengan Rp 10 Ribu, Pria Ini Klaim Pengikutnya Bisa Masuk Surga

MUI Nyatakan Kerajaan Ubur-ubur Sesat

Fenomena tersebut, lanjut Musni, juga dipengaruhi beban ekonomi masyarakat. Persoalan itu kemudian diakomodir pelaku dengan menjanjikan solusi yang mudah diterima masyarakat.

"Jadi fenomena itu menghadirkan harapan-harapan indah kemudian bertentangan dengan agama. Bagi orang yang susah itu terpaksa mengikutinya karena mungkin ada harapan baru," sambung Musni. "Akhirnya muncul ide untuk memposisikan diri sebagai seorang nabi."

Berbagai barang bukti hasil kejahatan Andi Malakutti Puang La'lang disita Polres Gowa, Sulawesi Selatan. (NET\Prayuda)

Untuk menangkal itu, musni meminta pemerintah memikirkan solusi. Menurutnya Kementerian Agama harus turun tangan agar hal tersebut tidak terulang lagi.

"Organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Nadhatul Ulama, dan MUI, Kemudian para ulama itu juga harus membantu mengatasi masalah ini dengan berkomunikasi, berhubungan, bersilaturahmi dengan mereka," pungkasnya.

ENDA TARIGAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments