hero
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Haluoleo Kendari menyalakan lilin di lokasi tertembaknya dua mahasiswa di Jalan Abdul Silondae , Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 10 Oktober 2019. Aksi doa bers

EDITOR : OCTOBRYAN

7 November 2019, 16:35 WIB

INDONESIA

Kepolisian menetapkan Brigadir Abdul Malik sebagai tersangka atas tewasnya Mahasiswa Universitas Halu Oleo Immawan Randi dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, 26 September 2019.

Sebelumnya, Malik bersama lima anggota Polda Sulawesi Tenggara dan Polres Kendari mendapat sanksi disiplin berupa penundaan gaji selama setahun, penundaan kenaikan pangkat selama setahun, penempatan di tempat khusus selama 21 hari melalui sidang internal karena membawa senjata api saat mengamankan aksi demonstrasi.

Surat Perintah Dimulainya Penyidikan untuk tersangka Brigadir Abdul Malik (ISTIMEWA)

"Setelah melakukan gelar perkara, kami menetapkan Brigadir AM sebagai tersangka. segera dilakukan penahanan dan berkas perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum," ujar Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Umum Polri Komisaris Besar Chuzaini Patoppoi di Jakarta, Kamis, 7 November 2019. 

Dalam Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan, Brigadir Abdul Malik disangkakan pasal 351 ayat 3 dan atau pasal 359 KUHP subsider pasal 360 ayat 1 dan ayat 2.

Staf Ombudsman Sulawesi Tenggara menunjukan selongsong peluru yang diduga proyektilnya mengenai dua mahasiswa hingga meninggal di Kantor Ombudsman Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat, 4 Oktober 2019. (ANTARA)

Sementara itu, dari hasil uji balistik yang dilakukan terhadap tiga proyektil dan enam selongsong peluru, ditemukan dua selongsong di antaranya identik dengan dua proyektil peluru yang ditemukan di lapangan. 

Proyektil peluru tersebut, lanjut Patappoi, identik dengan senjata api yang digunakan oleh tersangka.

Lima orang polisi menjalani sidang disiplin di bidang Propam Polda Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 17 Oktober 2019. (ANTARA)

"Kita sudah menemukan tiga hasil visum. Untuk Randi disimpulkan akibat luka tembak. Ibu Maulida juga luka tembak di betis kanan. Dan korban Yusuf tidak disimpulkan karena luka tembak," tambahnya. 

Sementara itu, lima polisi terduga pelaku hanya dihukum etik. Mereka pun dianggap menembak ke udara guna membubarkan massa. 

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments