hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

22 Oktober 2019, 10:50 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sudah bukan rahasia lagi jika Prabowo Subianto adalah rival politik Presiden Joko Widodo. Sepak terjang kedua tokoh ini mengalami pasang surut ketika memperebutkan kursi RI 1 yang dimulai sejak pemilu 2014.

Pertarungan sengit kemudian terulang kembali pada pemilu 2019 yang memenangkan Jokowi untuk kedua kali. Namun tingkah Partai Gerindra pascapemilu 2019 mendapat sorotan tajam.

Diam-diam Prabowo merapat ke Istana untuk bertemu dengan Presiden Jokowi pada 11 Oktober 2019. Lobi-lobi politik Prabowo semakin santer dilakukan jelang pengumuman jajaran menteri kabinet Jokowi.

Manuver Prabowo ini dimulai dengan mengunjungi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati pada 24 Juli 2019. Ketika itu Prabowo tampak akrab dengan Presiden ke-5 RI tersebut, meski pemilu kemarin saling berbeda pandangan.

PDIP yang notabene mengusung Jokowi sebagai Presiden berhasil mengalahkan Prabowo. Sebuah lukisan Bung Karno diberikan Prabowo kepada Megawati sebagai hadiah. Sinyal ini kemudian ditangkap jika Prabowo akan ikut gerbong koalisi Jokowi.  

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo memberi hormat saat memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). ANTARA FOTO.

Minggu 13 Oktober 2019 giliran Ketua Umum Partai Nasdem yang disambangi oleh Prabowo di kediaman yang terletak di kawasan Permata Hijau. Alih-alih jika pertemuannya membicarakan kabinet, Surya Paloh justru menampiknya.

"Kalau permasalahan apakah ada membicarakan masalah menteri kabinet. Mau jawaban yang jujur kan? Sejujurnya saya harus katakan enggak ada, sama sekali enggak ada," kata Paloh.

Sehari setelah bertemu dengan Surya Paloh, lobi politik Prabowo berlanjut ke PKB. Prabowo diketahui menyambangi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.  

“Ahlan wa sahlan (selamat datang). Setiap menyambut, kami akan sajikan makanan nasi kebuli untuk beliau (Prabowo) dan kami akan sambut dengan penuh keakraban,” kata Cak Imin di Jakarta, Senin 14 Oktober 2019.

Begitu pun saat disinggung pertemuan ini membahas tentang peluang masuknya Gerindra ke dalam gerbong koalisi pemerintahan, Cak Imin mengaku tak mengetahui pastinya. “Saya belum tahu, belum ada agenda khusus,” katanya.

Partai koalisi pendukung Presiden Jokowi yang terakhir dikunjungi adalah Partai Golkar. Prabowo mendatangi Airlangga Hartarto pada 15 Oktober 2019. Ketika ditanya sejumlah awak media alih-alih menjawab soal sikapnya itu, ia justru mengatakan bahwa Golkar dan Gerindra memiliki kesamaan.

"Partai Golkar dan Partai Gerindra itu punya banyak kesamaan, sama-sama (singkatannya) PG lambangnya sama sama segi lima," ujar Airlangga, di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

Kejutan kemudian terlihat ketika Jokowi “memperkenalkan” para calon menteri pada Senin, 21 Oktober 2019 atau sehari usai dilantik sebagai Presiden. Prabowo dipanggil Jokowi ke Istana dengan mengenakan baju kemeja putih didampingi oleh Prabowo Edhi.

Selang beberapa menit di dalam Istana Prabowo membenarkan jika dirinya diminta Jokowi untuk mengisi posisi Menteri Pertahanan. Penyataan Prabowo itu seolah menjawab semua asumsi yang beredar di masyarakat jika Gerindra masuk koalisi.

"Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo.

TIM LIPUTAN

7

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments