hero
(ANTARA)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

14 Oktober 2019, 10:30 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Pertemuan dilakukan di kediaman Surya Paloh yang berlokasi di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) menyampaikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10/2019).(ANTARA)

Dalam kesempatan tersebut, kedua tokoh membahas 3 poin kesepakatan. Yang dibacakan Sekjen NasDem Johnny G Plate dalam jumpa pers. Yang berisi sebagai berikut:

1. Kedua pemimpin partai politik sepakat untuk memperbaiki citra partai politik dengan meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan lain dan menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan serta menjaga keutuhan bangsa.

2. Kedua pemimpin partai politik sepakat untuk melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme berdasar paham apa pun yang dapat merongrong ideologi Pancasila dan konsensus dasar kebangsaan.

3. Kedua pemimpin partai politik sepakat bahwa amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh yang menyangkut keutuhan tata kelola negara sehubungan dengan tantangan kekinian dan kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Meski memiliki perbedaan, namun pada pertemuan ini keduanya menegaskan bahwa mereka memiliki hubungan yang sangat baik. Bahkan Surya Paloh meyebut keduanya memiliki persamaan prinsip terkait keinginan menjaga keutuhan bangsa.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) memeluk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10/2019). (ANTARA)

Surya Paloh juga mempersilahkan, kalau Prabowo Subianto dan Gerindra akan masuk ke dalam koalisi Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Meski demikian Surya Paloh menampik jika pertemuan secara spesifik membahas terkait pembagian kabinet.

"Kalau permasalahan apakah ada membicarakan masalah menteri kabinet. Mau jawaban yang jujur kan? Sejujurnya saya harus katakan nggak ada, sama sekali nggak ada," kata Paloh.

Sementara, Prabowo mengatakan bahwa Gerindra siap berada di dalam maupun di luar pemerintahan sebagai oposisi. Prabowo juga menegaskan, partainya selalu siap kapanpun negara membutuhkan bantuan masukan.

“Persamaan yang baik, kita tidak ingin Indonesia rusak, kita tidak ingin negara kita terpecah belah dan kita sepakat untuk menjaga keutuhan NKRI. Kita sepakat untuk menempatkan kepentingan nasional di atas segala kepentingan apa saja yang bisa memperkuat mendukung Indonesia yang kuat. Kepentingan nasional yang baik untuk rakyat kita akan dukung,” ungkap Prabowo.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments