hero
(METRO.UK)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

9 Oktober 2019, 16:24 WIB

TURKI

Liburan yang seharusnya menyenangkan justru berujung petaka bagi Allie Birchali, bocah perempuan berusia 2 tahun asal Inggris ini. Allie meninggal dunia kurang dari 2 minggu setelah berlibur ke Turki bersama keluarganya.

Dilansir dari Metro (09/10/2019), saat di Turki, Allie dan keluarganya menginap di sebuah hotel bernama Crystal Sunset Luxury Resort and Spa, yang bisa dikatakan kondisinya sangat kotor. Ibu Allie, Katie mengatakan bahwa ia sangat prihatin dengan kebersihan hotel itu ketika dirinya dan keluarga sampai disana, mereka memesan paket liburan ke Turki melalui agen tur ‘Jet2’.

Sang Ibu, Katie menggendong buah hatinya Allie Birchali, bocah 2 tahun asal Inggris yang meninggal dunia terkena bakteri e coli setelah menginap di Crystal Sunset Luxury Resort and Spa, Turki. (METRO.UK)

“Makanan kadang-kadang dibiarkan terbuka dan agak dingin, ada burung di sekitar makanan. Kami juga melihat feses di kolam renang, kami juga bertanya dengan wisatawan lain yang melihat feses di kolam lebih dari satu kali,” ungkap Katie.

“Staf disana hanya mengambilnya tanpa menutup kolam terlebih dahulu, atau hanya sekedar mengambil feses tersebut tanpa membersihkan secara menyeluruh, kemudian di toilet anak-anak juga terdapat feses yang menempel di dinding. Itu menjijikan,” tambah Katie.

Allie mulai sakit lima hari setelah kembali ke rumah mereka di Atherton, Greater Manchester. Saat itu ia mengalami kram perut, diare, kehilangan nafsu makan dan lesu.

Allie Birchali, bocah 2 tahun asal Inggris yang meninggal dunia terkena bakteri e coli setelah menginap di Crystal Sunset Luxury Resort and Spa, Turki. (METRO.UK)

Kemudian Allie dengan cepat dibawa ke rumah sakit dan diperiksa oleh dokter. Namun, kondisinya semakin memburuk sehingga harus dirawat di rumah sakit Royal Bolton pada 30 Juli 2019.

Saat itu berbagai tes di lakukan dan dokter menemukan bahwa Allie terkontaminasi Sh iga-Toxin yang memproduksi bakteri E.Coli (STEC). Yang berkembang menjadi Sindrom Uraemik Haemolytic (HUS) yang menyebabkan kematian.

Bakteri yang menyerang tubuh Allie saat itu adalah sebuah bakteri komplikasi yang dapat mengancam jiwa terkait dengan keracunan. HUS sendiri sendiri dapat berpotensi fatal yang memengaruhi darah dan pembuluh darah, hingga mengakibatkan penghancuran trombosit darah. Ini juga dapat menyebabkan gagal ginjal dan kerusakan otak.

Kemudian, Allie dipindahkan ke Manchester Royal Infirmary dan mengalami koma pada 1 Agustus. Katie harus membuat keputusan sulit untuk menghentikan dukungan hidup Allie setelah pemindaian MRI mengungkapkan bahwa dia telah mengalami trauma dan kerusakan otak yang parah. Kematian Allie pun meninggalkan duka yang mendalam di hati keluarganya, terutama sang ibu pada 3 Agustus 2019.

Saat Allie Birchali menjalani perawatan di rumah sakit hingga koma pada 1 Agustus dan meninggal pada 3 Agustus 2019, Inggris. (METRO.UK)

Katie mengungkapkan penyesalannya yang tak cepat tahu bahwa putrinya mengalami gangguan kesehatan yang berbahaya. "Saya terus berpikir bahwa jika saya tahu tentang kondisinya, maka saya mungkin akan membawa Allie lebih cepat ke rumah sakit dan itu tidak akan berakhir seperti ini," sesalnya. Ia pun mengungkapkan bahwa putri tersayangnya adalah gadis yang sangat cantik dan bahagia.

Namun, rupanya bukan hanya Allie saja yang mengalami masalah kesehatan setelah liburan itu. Ibunda Allie, Katie Dawson, memberi tahu bagaimana semua anggota keluarga menderita gejala lambung termasuk kram perut dan diare setelah liburan mereka selama 10 hari sejak 12 Juli 2019.

Sementara, Keluarga Allie sekarang telah menginstruksikan pengacara spesialis cedera serius internasional, Irwin Mitchell, untuk menyelidiki apa yang terjadi. Kesehatan Masyarakat Inggris juga sedang menyelidiki masalah ini, dan pemeriksaan telah dibuka untuk memeriksa keadaan tentang kematian Allie.

"Ini adalah mimpi terburuk setiap orangtua dan kami mendukung Katie dan keluarganya melalui masa sulit ini dan sekarang sedang menyelidiki bagaimana Allie tertular penyakitnya,” ungkap Jatinder Paul, Penasihat Senior Pengacara dan pengacara spesialis cedera serius internasional di Irwin Mitchell.

"Sebagai bagian dari investigasi kami, kami sedang mencari keluarga yang menginap di Crystal Sunset Luxury Resort and Spa dan jika ada masalah yang teridentifikasi, kami berharap langkah-langkah akan diambil untuk memastikan ini tidak terjadi lagi," sambungnya.

METRO.UK

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments