hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

9 Oktober 2019, 10:50 WIB

MALAYSIA

Kisah ini menyadarkan kita untuk selalu bersyukur meski sedang menjalani kehidupan atau masalah yang rumit. Karena selalu ada orang di luar sana yang mengalami kesulitan lebih. Seperti yang dialami Muhammad Helmi Firdaus Abdul Halid.

Pria berusia 22 tahun ini harus menjadi tulang punggung keluarga, padahal sehari-hari Helmi harus menggunakan kursi roda karena ia menderita Hydrocephalus. Suatu kondisi yang menyebabkan penumpukan cairan di rongga-rongga otak.

Helmi bekerja sebagai pegawai kontrak yang bertugas menjaga dan membersihkan toilet umum di Taman Puchong Perdana, Selangor, Malaysia. Setiap hari ia harus berangkat sekitar pukul 05.00 pagi dengan mendorong kursi rodanya sejauh 4 km ke stasiun LRT Bandar Kinrara.

Di jalan menuju tempat kerja, Helmi juga mencari kaleng bekas dan besi tua yang ia kumpulkan untuk mendapatkan uang tambahan. "Saya mengambil kaleng dan besi tua yang bisa dijual, dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja," ujarnya.

(World Of Buzz)

Biasanya, ia bekerja mulai pukul 07.30 pagi hingga pukul 06.00 sore, jika merasa lelah biasanya Helmi beristirahat di gudang seberang toilet umum. Helmi mengaku sering menjadi korban tindak kejahatan.

“Saya biasa meninggalkan rumah saya pada jam 04.00 pagi, tetapi setelah saya dirampok dan dipukuli, saya tidak lagi berani keluar secepat itu. Karena kejadian itu, kursi roda saya rusak dan saya harus menggunakan tabungan saya untuk membeli yang baru,” tambahnya.

Dalam sebulan Helmi bisa menghasilkan Rp2 juta hingga Rp2,8 juta per bulan. Uang itu kemudian ia serahkan kepada ibunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami juga menerima Rp1,3 juta sebulan dari Departemen Kesejahteraan Sosial, tetapi itu tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan terkadang, saya makan satu kali sehari. Ketika uang saya tidak cukup, saya hanya minum air untuk mengisi perut," ucapnya.

Dulunya, Ibu Helmi biasa membantu keuangan keluarga dengan menjual kue. Tetapi sang Ibu harus berhenti berjualan karena sakit. Sementara saudara laki-laki Helmi memiliki autisme sehingga tidak dapat bekerja.

“Karena ibu saya didiagnosis menderita penyakit jantung dan ginjalnya awal tahun ini dan memerlukan perawatan bulanan di rumah sakit, saya harus bekerja lebih keras,” kata Helmi.

Ibunda Helmi mengatakan bahwa Helmi adalah anak yang tangguh dan tidak pernah mengeluh meskipun dipaksa bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Helmi adalah anak yang keras kepala. Jika dia ingin mencari nafkah untuk membantu keluarga, dia akan melakukannya terlepas dari tantangan apa pun yang dia hadapi. Dia tidak berharap simpati dari masyarakat umum sehingga orang lain akan membantunya. Bahkan ketika dia dirampok dan diganggu, dia tidak memberi tahu saya karena dia tidak ingin saya khawatir,” ungkap ibu Helmi.

WORLD OF BUZZ

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments