hero
(ANTARA)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

19 September 2019, 10:35 WIB

INDONESIA

Belakangan ini sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi salah satu isu krusial, yakni kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Dan, menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, 99 persen penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah ulah dari manusia, 80 persen akibat kebakaran tersebut di kemudian hari akan berubah menjadi ladang perkebunan. Dan, penyebab sulitnya mengatasi bencana ini adalah kurangnya kepedulian sejumlah pejabat daerah yang bersangkutan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kanan) didampingi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (tengah) dan Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (kiri) memberi keterangan pers terkait upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (14/9/2019). (ANTARA)

“Kami dari BNPB membandingkan sejumlah daerah karena ada keluhan juga dari unsur TNI POLRI di lapangan. Adanya kurang kepedulian dari sejumlah pejabat, saya tidak menyinggung pejabat siapa. Tapi rata-rata pejabat atau pemimpin setingkat kabupaten kota. Di daerah ini ada keluhan para unsur komandan di lapangan, bahkan ada juga pas undangan rapat sering tidak hadir,” ungkap Doni saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (14/9/2019).

Baca juga: Seperti Inilah Kondisi Wilayah di Indonesia yang Diselimuti Kabut Asap Karhutla

Tak Hanya Manusia, Puluhan Orang Utan Juga Terserang ISPA Akibat Asap Karhutla

Bayangkan saja, terdapat 328.724 hektar lahan yang terbakar di seluruh Indonesia disebabkan oleh 4.012 titik panas sejak Januari sampai Agustus 2019. Dan kebakaran hutan terparah di wilayah Jambi, sementara dampak terparah kabut asap berada di wilayah Riau.

Satgas Karhutla Riau berupaya melakukan pemadaman di tengah pekatnya asap kebakaran lahan gambut  di Pekanbaru, Riau, Rabu (18/9/2019).  Kebakaran yang menghanguskan sedikitnya tiga hektare lahan gambut ini diduga kuat dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab untuk membuka lahan. (ANTARA)

Data BMKG mencatat sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Semenanjung Malaysia, Serawak Malaysia, dan Singapura.

Selain itu BMKG juga memperkirakan musim hujan di sebagian Sumatera dan Kalimantan dimulai pada Oktober 2019.

FITRIADI ANGGA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments