hero
(NET/ Topan)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

18 September 2019, 14:16 WIB

KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Palang Karaya, Kalimantan Tengah hingga hari ini, Rabu (18/9/2019). Akibat asap tebal, tercatat lebih dari 2.000 orang terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dalam 2 minggu terakhir. Tak hanya manusia, satwa-satwa yang hidup di alam juga merasakan hal yang sama.

Setidaknya 34 orang utan muda di Pulau pra Pelepasliaran dan yang berada di Pusat Reintroduksi BOS Nyaru Menteng terindikasi ISPA  akibat kabut asap karhutla, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (18/9/2019). (NET/ Topan)

Setidaknya 34 orang utan muda di Pulau pra Pelepasliaran dan yang berada di Pusat Reintroduksi BOS Nyaru Menteng terindikasi ISPA. Kondisi ini membuat tim medis harus memberikan penanganan ekstra. Khususnya kepada orang utan yang sudah terserang ISPA. Yakni dengan cara memberikan nebulizer, multivitamain, dan antibiotik.

Petugas medis di BOS Nyaru Menteng memberikan perawatan ekstra kepada orang utan yang terserang ISPA akibat kabut asap karhutla, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (18/9/2019). (NET/ Topan)

“Untuk asap ini sudah berjalan 2 bulan,beberapa orang utan kami di sini terutama yang dari kecil itu sudah mulai terkena ISPA. Awalnya ditandai dengan bersin, flu, dan batuk,” ungkap tim Medis BOS Nyaru Menteng, Fiet Hayu, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (18/9/2019).

Suasana di sekitar pusat reintroduksi orang utan yang diselimuti kabut asap karhutla, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (18/9/2019). (NET/ Topan)

Kebakaran hutan dan lahan begitu rentan terjadi di Kalimantan Tengah. Mengingat keringnya lahan dan masih maraknya pembukaan lahan dengan cara membakar. Tak terkecuali di kawasan yang berada di dekat pusat reintroduksi orang utan. Yang dapat membahayakan keberlangsungan hidup primata ini.

Orang utan berjalan di sekitar pusat reintroduksi yang diselimuti kabut asap karhutla, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (18/9/2019). (NET/ Topan)

Sementara itu, hingga saat ini masih ada 355 orang utan di pusat rehabilitasi dan reintroduksi yang menunggu giliran untuk kembali dilepasliarkan ke habitat aslinya. Pembukaan lahan secara besar-besaran ini terus mengancam keberadaan mereka. Sehingga sering  kali terjadi konflik antara manusia dengan orang utan.

 

TOPAN SETIAWAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments