hero
(NET/Topan)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

17 September 2019, 10:32 WIB

KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA

Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah telah mendirikan sejumlah posko kesehatan dan bekerjasama dengan Yayasan Rana Welum membangun rumah oksigen bagi warga terdampak kabut asap sejak tahun 2017. Yayasan ini sendiri bergerak di bidang lingkungan.

Rumah aman asap ini terdiri dari 2 lantai. Menyediakan udara bersih dengan sistem filter 2 tahap. Tak hanya itu, masker dan oksigen tersedia bagi setiap warga yang membutuhkan. Tiga hari terakhir tercatat sudah ada 30 orang yang ditampung di sini.

Warga yang menggunakan fasilitas Rumah Oksigen, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2019). (NET/ Topan)

“Satu-satunya rumah permanen aman asap yang ada di Indonesia. Karena kita tahu di Kalimantan Tengah sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan lebih dari 22 tahun. Dari 1997 sampai sekarang, paling parah kan 2015 dan sekarang terjadi lagi parah sekali. Banyak masyarakat yang sakit terkena ISPA dan kami membuka rumah aman asap ini setiap hari sampai malam kepada masyarakat secara gratis,” ungkap Koordinator Yout ACT, Rana Welum, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2019).

Warga terdampak kabut asap mendatangi Rumah Oksigen, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2019). (NET/ Topan)

Ya, asap kebakaran hutan dan lahan telah menyelimuti setiap sudut di Palangka Raya. Kualitas udara kota ini berada pada lebel berbahaya, hal ini membuat udara tak lagi sehat untuk dihirup manusia.

Meminimalisir dampak buruk kabut asap, warga harus menggunakan masker saat beraktifitas setiap kali ke luar ruangan. Namun tentu hal itu tidaklah cukup. Udara bersih adalah hal mutlak dan hak yang harus didapatkan. Dan rumah aman asap ini setidaknya dapat membantu warga setempat untuk mendapatkan udara segar dan sehat meski sesaat.

Kabut asap menyelimuti kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2019). (NET/ Topan)

 Salah satu warga setempat yang memanfaatkan rumah aman asap ini adalah Icha. Sudah beberapa hari ini di sekitar rumahnya dikepung asap tebal. Membuat ia mengeluh pusing dan mual.

“Mencari udara yang segar, lebih sehat. Takutnya juga ke anak-anak karena paru-parunya masih berkembang . Bukan seperti orang dewasa takutnya nanti ada efek sampingnya, ya kita mencari tempat. Ya bersyukur ada tempat kayak gini,” ungkap Icha.

Warga terdampak asap mendapatkan penanganan di Rumah Oksigen, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2019). (NET/ Topan)

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, di bulan September ini saja lebih dari 2 ribu warga telah terserang ISPA. Akibat kabut asap ini, pemerintah meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah dan universitas.

TOPAN SETIAWAN   

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments