hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

12 September 2019, 15:45 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendatang PB Djarum Kudus, Jawa Tengah, Selasa pagi. Moeldoko datang untuk mengecek pelaksanaan pelatihan atlet muda di PB Djarum. 

Pada kesempatan ini Moeldoko menegaskan bahwa PB Djarum tidak melakukan tindakan eksploitasi anak. Moeldoko juga menyayangkan keputusan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menganggap ada eksploitasi anak oleh PB Djarum.

Setelah melihat pelatihan dan fasilitas yang ada serta berbincang dengan para atlet muda, mantan Panglima TNI ini menginginkan agar audisi umum beasiswa bulutangkis PB Djarum tetap berlanjut di tahun depan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin (kanan) memberikan motivasi kepada atlet bulutangkis hasil audisi umum bulutangkis saat kunjungan di GOR PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

"Saya melihat langsung ke lapangan dan mengecek satu persatu apakah ada eksploitasi itu? Tidak ada, tidak ada pemanfaatan terhadap anak-anak. Kita justru disini adalah bagaimana mengeksploitasi kemampuan untuk menjadi seorang juara,” papar Moeldoko.

Moeldoko mengaku mengirim tim ke Kudus untuk melihat apa yang disiapkan Djarum Foundation dalam rangka mengurus talenta manajemen nasional. “Ini isinya eksploitasi positif untuk mendapatkan juara. Tidak ada juara yang tanpa kerja keras,” lanjut Moeldoko. 

Moeldoko menegaskan dirinya tidak membela PB Djarum, melainkan memperjuangkan agar ajang pengasahan bakat anak-anak tak terhenti. “Saya tidak membela Djarum, enggak. Yang saya bela adalah keinginan anak-anak untuk menjadi juara enggak boleh dipatahkan oleh siapapun. Audisi diteruskan, audisi itu bagus harus diteruskan. Saya minta dari Djarum Foundation jangan dihentikan,” tandas Moeldoko. 

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berfoto bersama atlet bulutangkis hasil audisi umum beasiswa bulu tangkis saat kunjungan di GOR PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Menurut Moeldoko, Kantor Staf Presiden akan segera mengundang KPAI untuk meluruskan definisi eksploitasi terhadap anak. Dengan keputusan ini, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin berharap KPAI tidak lagi menetapkan zero toleran untuk PB Djarum dalam menggelar audisi bulutangkis.

Yoppy juga mengungkapkan bahwa audisi umum beasiswa bulutangkis PB Djarum tahun depan masih mungkin diadakan lagi. “Audisi Insya Allah, hari ini ada rencana ketemu KPAI. Ya nanti kalau kita sudah reda, kita akan undang beliau (KPAI) kesini biar menyaksikan sendiri, saya harap sudah tidak zero toleran," tukas Yoppy.

Di tengah-tengah latihan atlet muda bulutangkis tersebut Moeldoko juga mengungkapkan siap memfasilitasi pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum.  Pertemuan perlu kembali dilakukan agar permasalahan ini tidak terus berlanjut tanpa titik terang.

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments