hero
(ANTARA)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

11 September 2019, 16:38 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi menjalani sidang perdana terkait kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Faizal Hendri dan Jaksa KPK Wawan Yunarwanto, beragendakan pembacaan dakwaan. Dalam surat dakwaan disebutkan, bahwa Romi bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima uang suap Rp325 juta dari Hasanudin di sebuah hotel dan pondok pesantren di Surabaya.

Uang itu diduga suap untuk seleksi jabatan yang melancarkan Haris Hasanudin lolos dan dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. 

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy bersiap untuk menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (11/9/2019). Romahurmuziy didakwa menerima suap dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik nonaktif Muafaq Wirahadim, terkait  jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. (ANTARA)

“Bahwa terdakwa Romahurmuziy selaku anggota DPR tahun 2015 yang diangkat oleh Keputusan Presiden sekaligus Ketua Umum PPP bersama dengan Lukman Hakim Saifuddin, selaku Menteri Agama RI pada waktu antara tanggal 6 Januari sampai dengan 9 Maret, setidak-tidaknya Januari sampai Maret, Batu Ampar, Jawa Timur, di Hotel Madiun dan Tebuireng Jombang Surabaya berdasarkan pasal 84 ayat 3 KUHAP UU Tipikor dan memeriksa dan mengadili yang bersangkutan melakukan beberapa perbuatan. Meskipun masing-masing ada hubungannya dipandang sebagai kegiatan yang berlanjut menerima hadiah yaitu uang sejumlah Rp325 juta dari Haris Hasanudin. Juga bahwa uang tersebut diberikan sebagai akibat disebabkan karena telah melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Wawan Yunarwanto, saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Menanggapi dakwaan JPU KPK, Romi dan kuasa hukumnya akan melakukan nota keberatan atau eksepsi. Menurutnya, dakwaan jaksa membingungkan. Di mana dalam surat dakwaan itu disebutkan terdakwa membantu Lukman Hakim atau Haris Hasanudin

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy berjalan memasuki ruang sidang untuk menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (11/9/2019). Romahurmuziy didakwa menerima suap dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik nonaktif Muafaq Wirahadim, terkait  jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. (ANTARA) 

Selain itu, Romi juga menyebut banyak peristiwa fiktif yang ada dalam surat dakwaannya. Dasar itulah yang akan digunakan Romi untuk mengajukan nota keberatan.

“Seperti yang tadi saya sampaikan bahwa pekan depan saya akan menyampaikan nota keberatan. Jadi nanti hal-hal yang merupakan nota keberatan akan disampaikan pekan depan poin-poinnya,” ungkap Romi.

“Yang kedua saya mengatakan bahwa saya masih belum mengerti yang didakwa saya bersama dengan Menteri Agama Lukman Hakim. Diketahui dalam uraian dakwaan semuanya disebut saya membantu Haris Hasanudin. Apakah Menteri Agama Lukman Hakim yang saya bantu atau Haris Hasanudin yang saya bantu. Kemudian yang segitiga di daam materi-materi terkait dengan peristiwa-peristiwa, banyak yang fiktif, tidak pernah saya alami,” tembah Romi.

Akibat perbuatannya, Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, sidang kedua dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi akan digelar pada 18 September mendatang.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments