hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

10 September 2019, 14:40 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Audisi umum PB Djarum 2019 bakal menjadi ajang penjaringan bakat pemain bulutingkis berbakat terakhir. Hal ini terjadi karena adanya keputusan mengejutkan PB Djarum yang menghentikan audisi umum 2020 mendatang. Keputusan yang didorong oleh adanya protes dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dinilai mengeksploitasi anak. 

Ditemui awak media di PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Yoppy Rosimin selaku direktur program Bakti Olahraga Djarum Foundation menegaskan bahwa penghentian audisi umum 2020 mendatang merupakan proses panjang sejak 2018.  Pihaknya merasa sudah tidak mendapatkan ruang dalam upaya menjalankan audisi umum. Gerak yang terbatas membuat PB Djarum memilih menghentikan audisi umum 2020. 

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di GOR PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/9/2019). Yoppy menegaskan kembali PB Djarum menghentikan audisi umum beasiswa bulutangkis pada 2020, tetapi PB Djarum tetap berkomitmen untuk terus memajukan bulutangkis nasional serta tetap membina atlet-atlet bulutangkis yang sudah diterima dalam audisi umum bulutangkis sebelumnya. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Menurut Yoppy, pihaknya sudah sempat bertemu dengan pihak penentang audisi umum dan perwakilan instansi terkait, pada 4 September lalu. Dalam pertemuan tersebut PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum 2020 dan meminta dispensasi untuk audisi umum PB Djarum 2019. 

"Saya tegaskan bukan kita mau mutung atau apa, tapi proses panjang dimana pada saat terakhir rapat kordinasi tanggal 4 September sudah ada gambaran yang pasti bahwa dari pihak yang menentang audisi umum mengatakan sudah tidak ada ruang lagi, zero toleran,” papar Yoppy.

Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019). Tahun 2019 menjadi tahun terakhir berlangsungnya Audisi Umum Bulu Tangkis, setelah PB Djarum memutuskan menghentikan event tersebut mulai tahun depan, terkait polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menganggap bahwa ajang tersebut memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Meski demikian PB Djarum mengaku terbuka pada kemungkinan meneruskan kembali audisi jika ruang kompromi dibuka oleh pihak-pihak yang menentang audisi. “Sepanjang ada ruang untuk PB Djarum kita akan terus menggelar audisi umum, tapi kalau sudah tidak ada ruang, ya kita off. 2020 kita off".

Rencananya PB Djarum masih tetap menjalankan audisi umum PB Djarum 2019 ini di Purwokerto, Karanganyar, Surabaya, dan final penjaringan bakat berakhir di Kudus 17-22 November 2019 mendatang. Keputusan ditutupnya salah satu ajang pencarian atlet muda bulutangkis terbesar tersebut kini masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat maupun media sosial.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments