hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

6 September 2019, 15:15 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Presiden Joko Widodo mengaku belum membaca revisi Undang-undang KPK. Oleh karena itu Presiden Jokowi belum bisa memberikan pendapatnya terkait revisi tersebut, termasuk adanya pasal-pasal yang dinilai akan melemahkan kinerja KPK.

Hal ini disampaikan oleh Jokowi di sela kunjungan kerjanya ke Boyolali, Jawa Tengah, Jumat siang. Meski belum mempelajari revisi itu, Jokowi berharap agar KPK semakin diperkuat karena selama ini kinerja KPK dinilai bagus dalam hal pemberantasan korupsi.

Hal ini seharusnya diperkuat dengan Undang-undang yang semakin mempermudah kerja KPK. Jokowi pun yakin DPR memiliki semangat yang sama dalam rangka pemberantasan korupsi. 

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) saat kunjungan kerja ke Jawa Tengah. Dalam kunjungannya ini, Presiden meresmikan pabrik mobil PT. Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

“Saya harus melihat dulu yang direvisi apanya? Saya belum lihat. Nanti kalau saya ke Jakarta yang direvisi apa? Materinya apa? Harus tahu dulu agar saya bisa bicara. Tetapi sekali lagi KPK sudah bekerja dengan sangat baik dalam pemberantasan KPK. Kita harapkan DPR mempunyai semangat yang sama dalam mendukung KPK,” kata Jokowi.

Revisi Undang-undang KPK memang menjadi polemik karena dinilai berpotensi melemahkan kinerja KPK. Sejumlah point disorot, diantaranya soal penyadapan yang dipersulit dan dibatasi, serta pembentukan dewan pengawas yang dipilih dari DPR.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments