hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

5 September 2019, 14:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Refdi Andri mengatakan bahwa nantinya akan ada sistem elektronik untuk mengidentifikasi muatan kendaraan berat sebelum melintasi jalur tol. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Senin lalu.

Tidak hanya itu, jalan timbangan juga diperlukan pada jalan tol guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kenapa dia bisa masuk tol? Pada saatnya nanti kita akan melengkapi segala sesuatu elektronik. Pada saatnya nanti kendaraan-kendaraan yang overload, overdimensi itu tidak masuk tol,” kata Refdi.

Petugas Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Olah TKP tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan delapan orang tewas pada Senin (2/9/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Korlantas mengatakan bahwa pihaknya juga telah berbicara dengan pengatur jalan tol untuk mendorong agar di jalan tol juga disediakan tempat penimbangan sehingga kalau ada kelebihan muatan bisa diturunkan dan dipindahkan ke kendaraan lain.  “Sekaligus disiapkan alat potong manakala terjadi rekayasa jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuannya. Itu bisa dilakukan penegakan hukum,” lanjut Refdi.

Sebelumnya, over kapasitas muatan disebut menjadi pemicu dua dump truck hilang kendali saat melintas di Tol Cipularang km 91 arah Jakarta. Akibat hal itu, 20 kendaraan lain terlibat kecelakaan beruntun yang menelan korban delapan orang diantaranya tewas dan 28 korban lainnya menderita luka-luka.

Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)

Kini Subana, sopir truck pengangkut tanah telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian karena dianggap lalai. Hingga kini pihak kepolisian masih mengidentifikasi penyebab kecelakaan beruntun tersebut karena diduga faktor kelebihan muatan tak hanya menjadi satu-satunya faktor.

LARAS PUTRI | FRANSISCA ANIS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments