hero
(NET)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

5 September 2019, 19:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Perusahaan penyedia jasa dan produk internet asal Amerika Serikat, Google berencana menempatkan salah satu data center-nya di Indonesia. Regional Director South East Asia Google Cloud, Tim Synan menjelaskan bahwa Google bersiap meluncurkan Region Cloud Jakarta pada paruh pertama tahun 2020. Ini berarti Jakarta akan menjadi region cloud kedua yang dibangun Google untuk wilayah Asia Tenggara.

"Kami akan terus berada di depan dengan beragam penawaran dan kemitraan lokal untuk mendorong penggunaan cloud dan mempercepat Indonesia 4.0," kata Tim Synan dalam acara Google Cloud Summit di JIExpo Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis pagi, 5 September 2019.

Pidato Tim Synan, Region Director South Asia Google Cloud dalam acara Google Cloud Summit di Jakarta International Expo Center, Kemayoran, Kamis (5/9/2019). (NETZ/ Albert Sumilat)

Dalam kesempatan yang sama, Synan juga memperkenalkan Megawaty Khie sebagai Country Director Google Cloud untuk Indonesia yang mana tugas utamanya adalah menggerakkan semua operasi revenue dan go-to-market untuk portfolio solusi yang beragam seperti Google Cloud Platform (GCP) dan G Suite.

Kini, pelanggan di lebih dari 150 negara mempercayai Google Cloud untuk memutakhirkan lingkungan komputasi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan dunia digital. Google dalam hal ini membantu ribuan organisasi, termasuk perusahaan besar di dunia untuk transformasi digitalnya. Google Cloud, diakui secara luas sebagai pemimpin global dalam menyediakan platform cloud yang aman, terbuka dan pintar untuk level perusahaan. "Fokus kami dalam membangun solusi ada lima kategori yaitu modernisasi infrastruktur, manajemen data, analisis bisnis pintar, Artificial Intelegence dan machine learning serta kolaborasi," lanjut Synan.

Tim Synan Regional Director Asia Tenggara Google Cloud, Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dan Megawaty Khie Country Director Google Cloud Indonesia dalam acara Google Cloud Summit 2019 di Jakarta. (Dok. Google Cloud Indonesia)

Pemerintah diwakili Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara yang hadir dalam penyelanggaraan Google Cloud Summit ketiga tahun 2019 ini menyambut baik hadirnya Google Cloud di Indonesia. Rudiantara dalam pidato pembukanya menyatakan bahwa pemerintah akan mengubah peran dari sebelumnya hanya sebagai regulator, menjadi fasilitator guna mendorong startup menjadi lebih sukses lagi. "Startup dan anak muda itu paling males dengan regulasi. Sekarang succes rate startup 5 persen, kalau diterapkan aturan heavy akan makin sulit sukses makanya kita enggak terapkan aturan biar berkembang." ujar Rudiantara disambut riuh para peserta yang hadir.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara berikan keterangan pada awak media di sela acara Google Cloud Summit di Jakarta International Expo Center, Kemayoran, Kamis (5/9/2019). (NETZ/ Albert Sumilat)

Cloud atau Komputasi Awan ini menurut Rudiantara dapat menarik investasi asing ke Indonesia hanya saja kebijakannya harus lebih kompetitif, artinya kebijakan pemerintah harus terbuka dan sesuai dengan standar global. "Kita kan ingin menarik bisnis internasional ke Indonesia, jadi infrastruktur yang kita sediakan dalam konteks ICT juga harus berkelas internasional. Semua tahu kalau kita bicara mengenai network dan ICT, semua larinya ke cloud," ujar Rudiantara saat di-doorstop usai berikan pidato. Ia menambahkan bahwa efisiensi jadi alasan perusahaan, terutama startup untuk tidak lagi menggunakan data center sendiri, melainkan lebih memilih menggunakan cloud. 

Diskusi panel bersama pelaku bisnis ,(duduk dari ki-ka) Andrew Pangestu CTO Cinema XXI, Indra Utoyo Director of Information Technology and Operations BRI, Bambang Setyawan International Business and Technology Director Alfamart, dan Megawaty Khie Country Director Google Cloud Indonesia (berdiri) di Jakarta International Expo Center, Kemayoran, Kamis (5/9/2019). (NETZ/ Albert Sumilat)

Dalam diskusi panel, Megawaty Khie sebagai petinggi baru Google di Indonesia, memiliki pandangan tersendiri mengenai tren penggunaan cloud atau komputasi awan yang menurutnya berkembang sangat signifikan dibanding dua bahkan setahun terakhir. " Sudah banyak sekali yang tertarik dengan cloud. Dulu pertimbangannya banyak sekali, tapi sekarang banyak permintaan baik dari perbankan, telko, retail, begitu luas," ujar mantan Presiden Direktur IBM Indonesia ini. Ketatnya kompetisi yang dihadapi perusahaan saat ini jadi faktor pendorong utama pesatnya pertumbuhan adopsi cloud karena perusahaan dapat melakukan efisiensi dalam segala hal, hemat biaya dan juga pengurangan waktu.

ALBERT WILLIANCOEN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments