hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

21 Agustus 2019, 17:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Diantara kamu pasti pernah mendapat penawaran kartu kredit hingga asuransi melalui telepon padahal tidak pernah memberi data kepada perusahaan tersebut kan? Hati-hati karena bisa jadi kamu menjadi korban pencurian data yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang kamu install. Karena itulah Google menyelenggarakan event #JagaPrivasimu.

Bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Badan Siber dan Sandi Negara, Siberkreasi, ID-IGF, IGF Youth, ICT Watch, Kreavi acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan privasi ketika berinternet.

(NET/Aulia Kurnia)

Salah satu kegiatanya adalah kompetisi komik. Kompetisi ini sudah dimulai sejak 14 Juli 2019 ini rupanya menarik perhatian banyak orang, terutama generasi muda yang kreatif. 25 karya terbaik terpilih dan lima orang diantaranya diajak untuk jalan-jalan ke kantor Google di Singapura.

"Ini merupakan inisiatif yang harus terus dipupuk serta akan kami dukung untuk generasi penerus dalam memanfaatkan internet sebaik-baiknya,” ujar Dedy Permadi, Tenaga Ahli Bidang Digital Kominfo saat ditemui di Graha Niaga Thamrin Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.

(NET/Aulia Kurnia)

Google menambahkan jika privasi data sangat penting. Bahkan kehadiran teknologi justru bisa digunakan untuk mengontrol privasi diri sendiri.

“Google junjung dalam menjaga data pengguna agar tetap bersifat personal, aman, dan terlindungi. Salah satunya: memudahkan pengguna untuk mengontrol privasi mereka,” ujar Putri Alam, Head of Public Policy Google Indonesia.

Putri juga menambahkan kalau setiap akun Google dibuat dengan kontrol data aktif atau nonaktif, sehingga pengguna dapat memilih setelan privasi yang tepat bagi masing-masing pengguna.

(NET/Aulia Kurnia)

Contoh nyatanya adalah lewat fitur Verifikasi 2 Langkah. Fitur ini membantu mencegah siapa pun yang tidak memiliki akses ke akun pengguna dengan mewajibkan kita menggunakan faktor sekunder selain nama pengguna dan sandi untuk login ke akun.

Misalnya, pada Google, hal ini dapat berupa kode 6 digit yang dibuat oleh aplikasi Google Authenticator atau perintah di Google app untuk menyetujui proses login dari perangkat dipercaya.

Disamping itu, buat melindungi pengguna dari ancaman pencurian informasi penting dengan mengambil alih akun korban misalnya lewat email, Google membuat fitur Safe Browsing dan Enkripsi HTTPS.

Ini juga dapat digunakan untuk melindungi pengguna dari situs, aplikasi, dan iklan yang berisiko. Tujuannya untuk membuat Internet jadi lebih aman bagi semua orang, karena memang sudah lebih dari 3 miliar perangkat telah terlindungi oleh Safe Browsing saat ini.

AULIA KURNIA

 

 

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments