hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

19 Agustus 2019, 11:50 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Senin pagi, aksi unjuk rasa di Manokwari, Papua Barat berujung ricuh. Beberapa titik lokasi di Manokwari diblokir oleh massa dengan membakar ban dan juga merusak fasilitas umum. Hingga Senin siang, jajaran Polda Papua Barat, Kodam, dan Wakil Gubernur Papua Barat berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan situasi di Manokwari.

Terkait aksi kericuhan ini, Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan aksi kericuhan ini dipicu karena adanya provokasi dari konten yang disebarkan oleh akun media sosial terkait peristiwa di Surabaya. “Mereka boleh dikatakan cukup terprovokasi dengan konten yang disebarkan oleh akun di media sosial terkait peristiwa di Surabaya dan peristiwa Surabaya sendiri sudah cukup kondusif,” kata Dedi.

Sejumlah orang keluar dan mengangkat tangannya di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Sebanyak 43 orang dibawa oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangannya tentang temuan pembuangan bendera Merah Putih di depan asrama itu pada Jumat (16/8/2019). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Dedi menegaskan bahwa jajaran Bareskrim sudah melacak pemilik akun tersebut dengan melakukan profiling. Oleh karena itu masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi dan tenang. 

Kerusuhan di Manokwari bermula dari mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan aspirasinya terkait insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya beberapa hari lalu. Akibat dari kerusuhan ini, sebanyak 3 orang korban dari aparat kepolisian mengalami luka-luka.

JORDIE YONATAN | HANIF ABDUH

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments