hero
(INSTAGRAM/ suroboyobus)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

13 Agustus 2019, 14:55 WIB

KOTA SURABAYA, INDONESIA

Sejumlah orang mengantre sambil  memegang tas berisi botol dan gelas plastik sekali pakai di terminal bus Purabaya, Surabaya, Jawa Timur. Bukan untuk dibuang, sampah-sampah tersebut melainkan digunakan sebagai alat pembayaran untuk mendapatkan tiket Suroboyo bus.

Kita ketahui bahwa Indonesia adalah pencemar laut terbesar kedua di dunia setelah Cina. Untuk itu, pemerintah telah berjanji untuk mengurangi limbah plastik di perairan atau laut Indonesia sebesar 70 persen pada tahun 2025 melalui peningkatan daur ulang, kesadaran publik serta pembatasan penggunaan plastik. 

Sejumlah warga mengantre sambil  memegang tas berisi botol dan gelas plastik sekali pakai di terminal bus Purabaya, Surabaya, Jawa Timur. (AFP)

Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan total 2,9 juta penduduk. Dilansir dari AFP, Petugas transportasi Surabaya, Franki Yuanus mengatakan hampir 16 ribu orang datang ke terminal untuk menukarkan sampah dengan tiket bus.

“ini adalah solusi yang sangat cerdas. Biasanya kalau minum dengan botol sekali pakai langsung dibuang, sekarang jadi di simpen buat di kumpulin,” kata salah satu warga Surabaya, Fransiska Nugrahepi (48).

Untuk mendapatkan tiket bus, warga harus menukarkan 3 botol berukuran besar, atau 6 botol berukuran sedang, dan atau 10 gelas plastik yang sudah di bersihkan.

Warga membeli tiket Suroboyo bus hanya dengan menggunakan sampah plastik, Surabaya, Jawa Timur. (AFP)

Franki juga mengatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah plastik. Tetapi juga mengatasi kemacetan dengan membuat orang beralih ke angkutan umum.

“Banyak tanggapan baik dari masyarakat terkait peraturan ini. Membayar dengan plastik dapat membuat orang antusias, karena sampai sekarang sampah plastik hanya dianggap tidak berguna,” ungkapnya.

Saat ini, program tersebut telah dilakukan di 20 lokasi. Pada setiap titik lokasi terdapat petugas yang mengumpulkan botol bekas serta petugas untuk penukaran tiket.

Pihak berwenang mengatakan sekitar 6 ton sampah plastik dikumpulkan dari penumpang setiap bulannya, sebelum dilelang ke perusahaan daur ulang.

Nurhayati Anwar, masyarakat Surabaya yang menggunakan bus sekitar seminggu sekali dengan putranya yang berusia tiga tahun, mengatakan program pertukaran sampah mengubah cara orang melihat gelas dan botol bekas mereka.

"Sekarang orang-orang di kantor atau di rumah berusaha mengumpulkan (sampah) daripada langsung buang seperti biasanya," kata salah seorang warga Surabaya (44), yang beprofesi sebagai akuntan.

Saat ini seluruh Indonesia sedang menerapkan pengurangan limbah plastik. Secara bertahap Bali melarang penggunaan sedotan dan tas belanja plastik. Guna membersihkan ‘pulau limbah wisatawan’ yang mencekik saluran air.

Sementara pemerintah DKI Jakarta sedang mempertimbangkan peraturan serupa untuk membersihkan kota dari tas belanja plastik.

Pemerintah di seluruh dunia juga mengambil langkah untuk membuat peraturan menggunakan plastik sekali pakai. Sebuah laporan tahun 2016 oleh Ellen Mac Arthur Foundation memperingatkan, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan pada tahun 2050 dan diperkirakan 8 juta ton plastik masuk ke lautan setiap tahunnya.

BERBAGAI SUMBER

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments