hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

12 Agustus 2019, 06:05 WIB

SINGAPURA

Vernon Kwek adalah CEO Primech Services & Engineering di Singapura. Tidak ada yang mengira pria berumur 48 tahun ini pernah putus sekolah, bangkrut bahkan dicampakkan sang pacar karena terlalu miskin.

Saat ini, Vernon mempunyai perusahaan kebersihan yang mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan dan memiliki omzet tahunan SGD80 juta atau setara 800 miliar rupiah. Ia mengaku bahwa kesuksesan yang dialaminya saat ini adalah hasil dari kerja keras setelah ia dicampakkan oleh mantan pacarnya.

(Straits Time)

Kisahnya dimulai ketika umurnya 14 tahun, saat itu ia dalam keadaan putus sekolah. Ia menemukan iklan di koran Cina tentang lowongan pekerjaan menjadi petugas kebersihan, kemudian Vernon memberi tahu ayahnya tentang iklan tersebut dengan janji tetap membantu Ayahnya di akhir pekan untuk membersihkan kantor dan toilet gedung.

Setelah beberapa bulan bekerja, ia menyadari gaji manajer perusahaan kebersihan lebih banyak dari lulusan baru universitas. Maka, ia memutuskan untuk menabung uangnya dan memilih bekerja ketimbang kuliah.

Karena kerja keras dan kegigihannya dalam bekerja, Vernon dipromosikan menjadi supervisor pada usia 14 dengan gaji SGD800 atau 8 juta rupiah perbulannya.

“Saya tanya ke manajer, apakah dia yakin mempromosikan anak 14 tahun. Karena ayah saya juga pernah diangkat menjadi supervisor saat usianya 40 tahun,” ungkapnya.

(Straits Time)

Ia mengatakan jawaban manajernya saat itu membuatnya senang. Karena manajer tersebut menjawab.

“Jangan khawatir, aku mengenal ayahmu, kerja kerasmu sama sepertinya dan ia mempunyai bakat untuk memimpin. Kamu juga harus memiliki hal yang sama,” ujar manajernya tanpa disebutkan namanya.  

Saat itu ia sedang berpacaran dengan seorang gadis, namun saat tahu Vernon lebih memilih menjadi petugas kebersihan daripada meneruskan pendidikan, gadis itu mencampakkannya. “Kamu cuma tukang bersih-bersih. Aku enggak akan punya masa depan kalau seperti ini,” ujarnya menirukan penolakan mantan pacar.

Namun, Vernon melihat penolakan itu sebagai sebuah berkah, sebab jika bukan karena gadis itu yang mencampakkannya, Vernon tidak pernah bangkit dan berusaha hingga sesukses sekarang.

(Straits Time)

Beberapa tahun kemudian ia mengundurkan diri di tempatnya bekerja sebagai petugas kebersihan, dan kembali ke bekas perusahaannya dan bekerja seperti subkontraktor dengan hasil SGD25.000 (Rp25 juta) per bulan.

Vernon mengatakan kesuksesannya bisa dicapai karena kegigihan dan usaha untuk bekerja keras. Ia juga tidak malu menceritakan masa lalunya. “Saya kan nggak melakukan hal yang salah bahkan itu yang membuat saya menjadi seperti ini. Jadi kenapa malu?” ujarnya.

WORLD OF BUZZ

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments